UNAMIN Ikut Dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2025

Sorong, 11 September 2025 Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melalui Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua dengan menggandeng berbagai instansi pemerintah daerah serta perguruan tinggi di Papua Barat dan Papua Barat Daya, bertempat di ASTON Sorong Hotel & Conference Center, Kota Sorong. Keikut sertaan Universitas Muhammadiyah Sorong dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Partisipasi ini juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Papua Barat Daya.

Menurut Ir. Irnawati, S.Hut., MP., tujuan utama kegiatan ini adalah agar aparatur pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat memahami serta mengintegrasikan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2025 tentang Perencanaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup ke dalam rencana pembangunan daerah. "Kegiatan ini bertujuan memastikan pemerintah daerah memiliki kapasitas teknis dan pemahaman regulatif sehingga pembangunan daerah dapat berjalan selaras dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Universitas Muhammadiyah Sorong memegang peran strategis dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta dan moderator. Hal ini menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor yang terjalin antara pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perguruan tinggi juga memperkuat implementasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah daerah menghadirkan regulasi dan program, sementara universitas memberikan kontribusi melalui kajian ilmiah, inovasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Forum yang dihadiri oleh 35 peserta dari dua provinsi ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi pembangunan berkelanjutan yang menjaga keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Sebagai tindak lanjut, PPLH Universitas Muhammadiyah Sorong akan melakukan riset, integrasi akademik, dan kemitraan dengan pemerintah daerah. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada kebijakan daerah sekaligus mendukung pengembangan kampus.

Komitmen Universitas Muhammadiyah Sorong dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui kolaborasi ini menunjukkan peran penting perguruan tinggi sebagai pendorong perubahan positif bagi pembangunan berkelanjutan di Papua Barat Daya. (DWS)

Share this Post