UNAMIN Sorong Hadir dalam Kampanye Kemdikbudristek untuk Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan
Sorong, 2 Oktober 2025 – Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menghadiri kegiatan Kampanye Antikekerasan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, di Aston. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, sejalan dengan implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).
PIC dari Unamin pada kegiatan ini adalah Zakiyah Anwar, M.Pd., Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3) Universitas Muhammadiyah Sorong. Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 peserta perwakilan Unamin yang terdiri atas unsur pimpinan Muhammad Iksan Badarudin, S.Pi., M.Si (Warek I), dosen, Satuan Tugas PPKPT, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas, serta perwakilan mahasiswa.
Dalam kampanye tersebut, peserta memperoleh materi tentang enam bentuk kekerasan sebagaimana diatur dalam regulasi, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung kekerasan. Selain itu, juga dibahas alur penanganan kasus kekerasan di kampus serta sanksi administratif yang dapat dikenakan kepada pelaku.
Zakiyah Anwar, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika UNAMIN untuk memperkuat kesadaran dan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman. “Kehadiran UNAMIN dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti amanat Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Kami berkomitmen untuk mengedepankan prinsip perlindungan, pencegahan, penanganan, dan pemulihan bagi korban kekerasan,” ujarnya.
Keterlibatan perwakilan Satgas PPKPT menjadi sorotan penting dalam kampanye ini karena mereka berperan langsung sebagai garda terdepan dalam menerima, menindaklanjuti, dan menangani laporan kekerasan di lingkungan kampus. Sementara itu, partisipasi BEM Fakultas dan mahasiswa diharapkan dapat memperluas jangkauan sosialisasi dan memperkuat budaya saling menghormati antar warga kampus hingga tingkat program studi.
Dengan mengikuti kampanye ini, UNAMIN menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan civitas akademika. (DWS)