Universitas Muhammadiyah Sorong Menjadi Kampus Keluarga yang Mencetak SDM kualitas di Tanah Papua
Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Tanah Papua yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
Sebagai institusi pendidikan yang sudah melahirkan banyak tokoh besar dan berkontribusi pada kemajuan Tanah Papua, Unamin juga dikenal dengan sebutan "kampus keluarga." Julukan ini muncul karena banyaknya mahasiswa yang merupakan generasi kedua atau bahkan ketiga dari keluarga alumni Unamin. Tradisi pendidikan yang terus berlanjut ini mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat dan peran Unamin dalam membangun generasi penerus yang berkualitas.
Anastasya Merlin, seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, memberikan pendapatnya tentang julukan "Kampus Keluarga" yang disematkan pada Unamin. “Memang benar, Unamin itu Kampus Keluarga. Mama saya adalah lulusan Unamin tahun 2012 dari jurusan Pemerintahan. Karena mama saya pernah berkuliah di sini, saya juga memilih untuk melanjutkan pendidikan di Unamin,” ujar Tasya.
Tasya menambahkan bahwa keputusan untuk berkuliah di Unamin tidak hanya didasarkan pada tradisi keluarga, tetapi juga karena kualitas pendidikan yang ditawarkan kampus ini. "Saya melihat sendiri bagaimana mama saya berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik setelah lulus dari Unamin. Itu menginspirasi saya untuk mengikuti jejak beliau. Di sini, saya merasa tidak hanya belajar ilmu akademik, tetapi juga mendapatkan nilai-nilai yang membentuk karakter saya untuk masa depan," lanjutnya.
Fenomena keluarga yang memilih Unamin sebagai tempat pendidikan tidak hanya terjadi pada Tasya. Banyak kisah serupa dari mahasiswa lain yang menunjukkan bagaimana Unamin menjadi simbol kebanggaan keluarga. Ikatan antara alumni dan kampus ini menciptakan hubungan yang erat, menjadikan Unamin lebih dari sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup banyak keluarga di Tanah Papua.
Fenomena keluarga yang memilih Unamin sebagai tempat pendidikan tidak hanya terjadi pada Tasya. Banyak kisah serupa dari mahasiswa lain yang menunjukkan bagaimana Unamin menjadi simbol kebanggaan keluarga. Ikatan antara alumni dan kampus ini menciptakan hubungan yang erat, menjadikan Unamin lebih dari sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam perjalanan hidup banyak keluarga di Tanah Papua.[IS]