Wow! UNAMIN Dapat 600 Kuota PPG Dari Kemendikdasmen, Siap Cetak Guru Hebat di Papua Barat Daya
Sorong, 8 September 2025 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. UNAMIN baru saja menerima pengakuan dan kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan mendapatkan kuota sebanyak 600 peserta untuk Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu dalam Jabatan Tahap 3. Dari total kuota tersebut, sebanyak 581 peserta berhasil lolos seleksi berkas dan dinyatakan memenuhi syarat untuk melanjutkan proses lapor diri menjadi mahasiswa PPG di UNAMIN. Kepercayaan ini diberikan mengingat tingginya jumlah guru di Indonesia yang belum memiliki Sertifikat Pendidik (Serdik).
Berdasarkan data Kemendikdasmen, input guru bersertifikat melalui PPG Prajabatan belum sepenuhnya mampu mengisi kekosongan guru di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan sertifikasi 1 juta guru dalam waktu kurang dari tiga tahun, sebagaimana diatur dalam Permendikbudristek No. 10 Tahun 2024 tentang Pendidikan Profesi Guru. Syarat Peserta PPG Guru Tertentu dalam Jabatan Program ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan guru di lapangan.
Adapun kriteria peserta meliputi:
a. Guru Penggerak yang belum memiliki Sertifikat Pendidik;
b. Guru yang telah menyelesaikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) namun belum memiliki Sertifikat Pendidik;
c. Guru aktif yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan pada tahun ajaran 2023/2024, tetapi belum memiliki Sertifikat Pendidik;
d. Guru dari peralihan jabatan fungsional lain yang belum memiliki Sertifikat Pendidik;
e. Guru yang ingin menambah Sertifikat Pendidik untuk bidang yang berbeda.
Kesiapan UNAMIN dalam Penyelenggaraan PPG UNAMIN memastikan kesiapan yang matang untuk menyelenggarakan PPG ini, baik dari sisi dosen, kurikulum, maupun fasilitas
Tenaga Pengajar Profesional: UNAMIN memiliki dosen berkualifikasi doktor dan magister sesuai bidang studi, didukung pengalaman dalam pembinaan guru melalui penelitian, pengabdian masyarakat, dan pelatihan pendidikan. Para dosen juga memiliki Nomor Registrasi Penguji (NRP) yang menjadi syarat penting dalam pelaksanaan PPG. Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran: Kurikulum PPG yang dirancang UNAMIN selaras dengan regulasi Kemendikbudristek dan kontekstual dengan karakteristik lokal Papua Barat Daya. Kurikulum ini mengintegrasikan kearifan lokal, pembelajaran inovatif, dan teknologi digital. Fasilitas Pendukung: UNAMIN menyediakan ruang kelas representatif, laboratorium microteaching, Learning Management System (LMS), dan jaringan internet yang memadai untuk mendukung pembelajaran daring dan luring. Dr. Rahmatullah Bin Asryad, S.Pd., M.Pd., Dekan Fakultas FKIP UNAMIN, menyatakan bahwa program PPG ini berdampak besar dalam meningkatkan kualitas guru di Papua Barat Daya. “Melalui PPG, guru tidak hanya menjadi lebih terampil dalam merancang pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, tetapi juga mampu menerapkan strategi inovatif yang relevan dengan budaya dan lingkungan lokal. Program ini memperkuat kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru,” jelasnya.
Dampak Positif PPG terhadap Pendidikan di Daerah 3T Program PPG bagi Guru Tertentu dalam Jabatan di UNAMIN tidak hanya memberikan manfaat bagi individu guru, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekosistem pendidikan yang berkualitas di Papua Barat Daya. Guru yang telah menyelesaikan PPG lebih percaya diri dalam melaksanakan pembelajaran inovatif, melakukan penelitian tindakan kelas, dan mengembangkan perangkat ajar.
Selain itu, program ini mendukung pemerataan pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dengan mencetak guru-guru yang kompeten, adaptif, dan relevan menghadapi tantangan wilayah kepulauan. Dengan guru yang lebih profesional, pendidikan yang inklusif dan merata diharapkan dapat tercapai, mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor. PPG di UNAMIN menjadi salah satu langkah strategis[CGS]