Apa yang Paling Membebani Mahasiswa di Akhir Bulan?
Sorong, 29 Oktober 2026 — Akhir bulan tidak selalu identik dengan persoalan keuangan. Bagi mahasiswa, periode ini dapat menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari tugas yang menumpuk, kondisi keuangan yang mulai terbatas, padatnya aktivitas perkuliahan, hingga menurunnya motivasi belajar.
Pengalaman tersebut dirasakan secara berbeda oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Ada yang harus berhadapan dengan sejumlah deadline tugas, sementara mahasiswa lainnya harus mengatur kembali keuangan atau mencari cara untuk mengatasi kejenuhan di tengah padatnya aktivitas akademik.
Bagi Justitia Wahyu Naura, mahasiswa Teknik Industri, hal yang paling membebani ketika memasuki akhir bulan adalah deadline tugas yang menumpuk. Terlebih ketika beberapa tugas memiliki batas pengumpulan pada waktu yang berdekatan
“Hal yang paling membebani saya biasanya adalah deadline tugas yang menumpuk dan memiliki batas kumpul di akhir bulan,” ujarnya.
Menurut Justitia, kondisi tersebut cukup memengaruhi aktivitas kuliahnya. Pikiran yang terus tertuju pada tugas membuat suasana hati menjadi tidak menentu. Bahkan, waktu istirahat terkadang harus digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan akademik.
"Kadang waktu istirahat juga terpakai untuk mengerjakan tugas,” katanya.
Untuk mengatasinya, Justitia membuat daftar tugas berdasarkan deadline. Ia kemudian mengerjakan tugas yang memiliki batas pengumpulan paling dekat terlebih dahulu dan berusaha agar tugas tidak kembali menumpuk pada bulan berikutnya.
Sementara itu, Sri Putri Japong, mahasiswa Teknik Industri, menghadapi persoalan yang berbeda. Menjelang akhir bulan, kondisi keuangan menjadi salah satu hal yang cukup membebani karena banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
“Keuangan yang menipis karena banyak keperluan yang dibutuhkan,” ungkap Sri Putri.
Kondisi tersebut juga memengaruhi konsentrasinya dalam menjalani perkuliahan. Banyaknya pikiran dapat menimbulkan stres sehingga fokus untuk belajar menjadi berkurang. Menurutnya, salah satu cara yang dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan mengatur kembali anggaran dan manajemen waktu.
Berbeda dengan keduanya, Yealthy Tubalawony, mahasiswa Ilmu Pemerintahan, juga merasakan tekanan dari sisi pengeluaran. Menurutnya, kebutuhan yang semakin banyak sementara uang yang tersedia mulai menipis membuatnya harus lebih berhati-hati dalam menggunakan uang.
"Saya jadi lebih berhati-hati dalam menggunakan uang dan terkadang harus mengurangi kegiatan di luar kampus,” jelasnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Yealthy memilih mengatur ulang pengeluaran dan mendahulukan kebutuhan yang dianggap penting. Ia juga mengurangi kebiasaan jajan atau nongkrong agar kondisi keuangannya tetap terkendali hingga akhir bulan.
Di sisi lain, Syifa Dinul Ilmi, mahasiswa Manajemen, melihat persoalan akhir bulan dari sisi yang berbeda. Menurutnya, padatnya jadwal kuliah dan tugas dapat membuat motivasi belajar menurun. Minimnya waktu untuk diri sendiri kemudian memunculkan rasa jenuh.
“Padatnya jadwal kuliah dan tugas membuat saya terkadang kurang memiliki waktu untuk diri sendiri, sehingga muncul rasa jenuh,” tuturnya.
Ketika rasa jenuh dan lelah mulai muncul, Syifa mengaku menjadi kurang bersemangat untuk belajar maupun mengerjakan tugas. Kondisi tersebut terkadang membuat beberapa tugas tertunda hingga akhirnya kembali menumpuk.
Untuk mengatasinya, Syifa memilih mengambil waktu untuk dirinya sendiri dengan beristirahat atau melakukan kegiatan yang disukai. Setelah merasa lebih tenang dan segar, ia kembali mengerjakan tugas secara bertahap.
Cerita keempat mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa beban yang dirasakan mahasiswa di akhir bulan tidak memiliki bentuk yang sama. Bagi sebagian mahasiswa, persoalan utama berada pada tuntutan akademik dan deadline tugas. Bagi yang lain, keterbatasan keuangan, tekanan pikiran, serta kejenuhan akibat padatnya aktivitas menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Hal ini memperlihatkan bahwa kehidupan mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menyelesaikan tugas. Mahasiswa juga perlu mengatur waktu, menjaga kondisi diri, menentukan prioritas, serta menemukan cara yang sesuai untuk menghadapi tekanan yang muncul dalam kehidupan perkuliahan.
Pada akhirnya, akhir bulan dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengevaluasi kembali cara mereka menjalani aktivitas sehari-hari. Bukan hanya tentang apa yang belum selesai, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik, kebutuhan pribadi, dan kondisi diri agar tetap dapat menjalani perkuliahan dengan baik. (BPY)