Kaprodi Teknik Sipil UNAMIN Ikuti Musyawarah Nasional BMPTTSSI, Bahas Pemutakhiran Kurikulum Teknik Sipil Indonesia
Sorong, 29 Oktober 2026 — Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Iqbal, S.T., M.T., mengikuti Musyawarah Nasional Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia (BMPTTSSI) sebagai anggota musyawarah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis–Sabtu, 22–24 Oktober 2026, ini dipusatkan di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung dan kawasan Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan BMPTTSSI meliputi tiga agenda, yakni Konferensi Nasional Teknik Sipil ke-20 (KoNTekS20), Musyawarah Nasional (Munas) BMPTTSSI, serta kunjungan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata. Forum ini mempertemukan akademisi, dosen, dan pemangku kepentingan di bidang teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pada hari pertama, Kamis (22/10/2026), KoNTekS20 digelar di Gedung Serba Guna Bale Dayang Sumbi ITENAS Bandung sebagai forum diseminasi hasil penelitian dosen Teknik Sipil dari seluruh Indonesia. Peserta mengikuti pemaparan paper penelitian terbaik yang mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi di bidang teknik sipil.

“Melalui KoNTekS20, kami berharap kolaborasi antardosen dan antarperguruan tinggi semakin kuat, sehingga penelitian yang dihasilkan berkualitas, inovatif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia konstruksi.” ujar Iqbal, S.T., M.T.
Hari kedua, Jumat (23/10/2026), diisi Munas BMPTTSSI dengan agenda utama pemutakhiran kurikulum pendidikan Teknik Sipil. Pembahasan mencakup mata kuliah Basic Science, Body of Knowledge Teknik Sipil, mata kuliah Capstone Design, standar minimum mata kuliah praktikum, serta penentuan jumlah satuan kredit semester (SKS) pada setiap mata kuliah. Pemutakhiran ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan penyelenggaraan pendidikan Teknik Sipil di perguruan tinggi Indonesia.

“Kurikulum yang terarah dan adaptif diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan, baik dalam penguasaan dasar-dasar ilmu rekayasa, kemampuan merancang solusi atas permasalahan teknik, maupun keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia profesional.” jelas Iqbal.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (24/10/2026) dengan kunjungan lapangan ke PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp dan PLTA Cirata di Kabupaten Purwakarta. Peserta meninjau langsung pemanfaatan teknologi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan serta berdiskusi dengan pihak perusahaan mengenai aspek teknologi, operasional, dan tantangan pengembangan infrastruktur energi berkelanjutan.
“Pengalaman lapangan seperti ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan materi pembelajaran, penelitian, maupun kerja sama antara perguruan tinggi dan dunia usaha.” tambahnya.

Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Prodi Teknik Sipil UNAMIN memperkuat jejaring akademik nasional sekaligus menyelaraskan arah pengembangan pendidikan Teknik Sipil di Papua Barat Daya dengan standar dan perkembangan terbaru di tingkat nasional. Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNAMIN untuk menghasilkan lulusan Teknik Sipil yang kompeten, profesional, adaptif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Keikutsertaan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pemutakhiran kurikulum dan penguatan mutu lulusan Teknik Sipil mewujudkan tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas. Kunjungan ke PLTS Terapung dan PLTA Cirata, yang memanfaatkan energi surya dan air, sejalan dengan tujuan ke-7, Energi Bersih dan Terjangkau. Diseminasi riset dan dorongan inovasi infrastruktur mendukung tujuan ke-9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara jejaring antarperguruan tinggi dan dunia usaha memperkuat tujuan ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (AAM)