Sering Merasa Tertinggal? Dirimu Hari Ini adalah Versi Terbaik dari yang Kemarin
Pernahkah kamu membuka media sosial di malam hari, lalu melihat teman seangkatan lolos program magang, meraih IPK nyaris sempurna, atau naik podium lomba? Sementara itu, kamu masih berkutat dengan revisi laporan yang belum selesai. Perlahan muncul perasaan tertinggal, seolah semua orang melaju lebih cepat darimu. Sobat UNAMIN, kamu tidak sendirian, dan ada cara pandang yang lebih sehat untuk menyikapinya.
Setiap orang memiliki jalannya sendiri
Membandingkan diri dengan orang lain memang manusiawi, tetapi jarang adil. Kita hanya melihat hasil yang ditampilkan orang lain, bukan malam tanpa tidur, kegagalan, dan keraguan di baliknya. Setiap orang juga memulai dari titik yang berbeda. Ada yang kuliah sambil bekerja, ada pula yang merantau jauh dari keluarga.
Hanya ada satu orang yang memulai dari titik yang sama persis denganmu, yaitu dirimu sendiri. Karena itu, ubahlah pertanyaanmu. Alih-alih bertanya, "Mengapa aku tidak sehebat dia?", tanyakanlah, "Apa yang hari ini sudah lebih baik dari kemarin?" Pertanyaan pertama membuatmu merasa kecil, sedangkan pertanyaan kedua mendorongmu untuk terus bergerak.
Tips agar terus bertumbuh setiap hari
1. Kenali titik awalmu. Tuliskan kondisimu saat ini apa adanya, misalnya masih gugup saat presentasi. Catatan ini menjadi patokan untuk melihat kemajuanmu kelak.
2. Tetapkan target kecil. Baca satu bab buku, tulis satu paragraf tugas, atau beranikan diri bertanya sekali di kelas. Langkah kecil yang konsisten akan membawa perubahan besar.
3. Evaluasi diri secara berkala. Di akhir pekan, renungkan apa yang sudah kamu pelajari. Sesekali, buka kembali tugas semester awalmu dan lihat betapa jauh kamu sudah berkembang.
4. Jadikan keberhasilan orang lain inspirasi. Ucapkan selamat dengan tulus saat teman berprestasi, lalu tanyakan prosesnya. Jadikan ia teman belajar, bukan saingan.
5. Bijak bermedia sosial. Jika media sosial membuatmu rendah diri, ambillah jeda. Batasi waktu penggunaannya dan isi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
6. Syukuri kemajuan kecil. Revisi yang disetujui dosen atau presentasi yang lebih lancar dari minggu lalu layak disyukuri. Kebiasaan ini menumbuhkan rasa percaya diri yang tidak bergantung pada pengakuan orang lain.
Bertumbuh, bukan berpuas diri
Bersaing dengan diri sendiri bukan berarti boleh bersantai. Ada pesan bijak yang akrab di telinga kita: orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung. Ukurannya bukan siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang tidak berhenti bertumbuh.
Semangat ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni tujuan ke-3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, termasuk kesehatan mental, serta tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas. Mahasiswa yang sehat pikirannya dan terus belajar kelak lebih siap memberi manfaat bagi sesama.
Sobat UNAMIN, perjalananmu tidak harus sama dengan orang lain. Selama hari ini kamu belajar, mencoba, atau memperbaiki sesuatu, kamu sedang melangkah maju. Dirimu hari ini adalah versi terbaik dari yang kemarin, dan esok kamu bisa menjadi lebih baik lagi. (AAM)