Dari Papua Menuju Jerman, Rektor UNAMIN Tekankan Keahlian dan Bahasa sebagai Bekal Utama
Sorong, 25 Oktober 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya menggelar Seminar "Dari Papua Menuju Jerman: Rencana Studi dan Peluang Karier" di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UNAMIN, Sabtu (24/10/2026). Seminar ini membuka wawasan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Papua Barat Daya tentang peluang studi lanjut, beasiswa, dan karier di Jerman.
Seminar ini merupakan hari kedua kegiatan. Jika pada hari sebelumnya seminar diikuti oleh mahasiswa UNAMIN, pada hari kedua kegiatan dibuka untuk umum.
Seminar menghadirkan berbagai narasumber yang berpengalaman di Jerman, yaitu Fachri Aidulsyah, peneliti BRIN sekaligus mahasiswa doktoral Humboldt-Universität zu Berlin; serta Retno Widyastuti, peneliti migrasi dan praktisi diaspora dan pembangunan Indonesia–Jerman. Kegiatan ini difasilitasi Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) UNAMIN di bawah koordinasi Kepala LKUI, Rizal Akib, S.Pd., M.Pd yang terbuka untuk umum dan diikuti mahasiswa, siswa sekolah, perwakilan kampus dari luar UNAMIN, serta masyarakat umum. Turut hadir perwakilan Kantor Imigrasi Sorong, perwakilan dinas yang membidangi tenaga kerja dan transmigrasi, serta alumni Jerman.
Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., dalam sambutannya menekankan bahwa keahlian merupakan modal utama bagi siapa pun yang ingin berkarier di luar negeri. Ia juga mengingatkan pentingnya menguasai bahasa negara tujuan dan mengajak peserta mempersiapkan rencana ke Jerman sebaik-baiknya.
"Yang jelas saya ketahui, yang namanya luar negeri itu memang diutamakan kemampuannya orang, keahliannya," ujar Rektor.
Dalam kesempatan yang sama, Retno Widyastuti memperkenalkan MAGMA (Muhammadiyah Advisory for German Migration Access), program PCIM Jerman Raya yang bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan didukung pemerintah Jerman hingga 2027. MAGMA bertumpu pada tiga pilar: tutorial jalur migrasi di enam kota di Indonesia serta webinar rutin setiap bulan; peningkatan soft skill pra-keberangkatan melalui workshop di Sukabumi dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang seluruh biayanya ditanggung program; serta platform digital berisi informasi studi dan kerja di Jerman. Setelah Metro Lampung, Sukabumi, Makassar, dan Kupang, Sorong menjadi kota kelima tutorial migrasi MAGMA, sebelum berlanjut ke Samarinda. Pendaftaran workshop dibuka hingga 14 November 2026.
"Siapa pun, dengan latar belakang apa pun, di mana pun, boleh banget untuk mengakses informasi dari MAGMA," ujar Retno.
Rektor menyampaikan terima kasih kepada PCIM Jerman Raya dan berharap dukungan dari imigrasi, dinas tenaga kerja, dan berbagai pihak terus berlanjut agar kegiatan serupa dapat kembali digelar.
Seminar ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (AAM)