Mahasiswa PWK UNAMIN Sapu Bersih Juara Kategori Umum Dalam Lomba Esai DPD RI

Sorong, 24 Oktober 2026 — Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) meraih Juara I, Juara II, dan Juara III Lomba Esai kategori Umum (Mahasiswa dan Masyarakat Umum) yang diselenggarakan DPD RI Provinsi Papua Barat Daya dalam rangka memperingati Hari Jadi DPD RI ke-22. Pemenang diumumkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Ketiga pemenang adalah Salmiyanti Mahulette (Juara I), Alfons Weringa Dimara (Juara II), dan Iin Indriani (Juara III). Seluruhnya berasal dari Prodi PWK dan dibimbing oleh dosen yang sama, La Ibal, S.T., M.P.W.K.

Lomba yang diinisiasi Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Pdt. Mamberob Y. Rumakiek, S.Si., M.Kesos., ini mengusung tema “Peran Strategis DPD RI dalam Menjembatani Aspirasi Daerah untuk Mewujudkan Indonesia yang Berkeadilan”, dengan subtema sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, optimalisasi potensi lokal dan pelestarian budaya, serta peran generasi muda dalam mengawal pembangunan berkelanjutan dan inovasi lokal.

Juara I diraih Salmiyanti Mahulette, mahasiswa PWK angkatan 2025. Ia menulis esai berjudul “Noken Malamoi sebagai Pilar Green Economy: Strategi DPD RI Menjembatani Hak Adat ke Kebijakan Nasional”.

Posisi kedua ditempati Alfons Weringa Dimara, mahasiswa angkatan 2024, melalui esai “Dari Sasi ke Ekonomi Biru: Transformasi Kearifan Lokal Papua Barat Daya Menjadi Model Penataan Ruang untuk Pariwisata Berkelanjutan dan Kesejahteraan Masyarakat”.

Adapun Juara III diraih Iin Indriani, mahasiswa angkatan 2025, lewat esai “Pemuda Pemeta Masa Depan: Membangun Papua Barat Daya melalui Pemetaan Partisipatif dan Inovasi Tata Ruang Digital untuk Kampung yang Tangguh dan Berkelanjutan”.

Pembimbing ketiga mahasiswa, La Ibal, S.T., M.P.W.K., menilai capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa PWK tidak hanya memahami persoalan tata ruang secara teknis, tetapi juga mampu menghubungkan perencanaan wilayah dengan aspirasi masyarakat, nilai-nilai adat, dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.

“Prestasi ini merupakan bukti bahwa mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah. Gagasan yang mereka angkat memperlihatkan bahwa kearifan lokal, perlindungan hak masyarakat adat, pengembangan ekonomi hijau dan biru, serta pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi kekuatan dalam membangun Papua Barat Daya,” ungkap La Ibal.

Ia juga menilai kompetisi esai sebagai ruang penting bagi mahasiswa untuk melatih daya kritis dan berani menyampaikan gagasan kepada para pemangku kepentingan.

“Saya berharap capaian ini tidak berhenti pada kemenangan lomba. Gagasan para mahasiswa perlu terus dikembangkan menjadi penelitian dan rekomendasi kebijakan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Generasi muda harus berani menyampaikan aspirasi daerah melalui pemikiran yang ilmiah, inovatif, dan berpihak pada keberlanjutan,” tambahnya.

Capaian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi gagasan tingkat provinsi mencerminkan tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas, sementara gagasan ekonomi hijau berbasis kearifan lokal dan pariwisata berkelanjutan mendukung tujuan ke-8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Pemetaan partisipatif untuk kampung yang tangguh menjawab tujuan ke-11, Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dan tradisi sasi sebagai fondasi ekonomi biru sejalan dengan tujuan ke-14, Ekosistem Lautan. Adapun upaya menjembatani aspirasi masyarakat adat dengan kebijakan nasional melalui DPD RI memperkuat tujuan ke-16, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. (AAM)

Share this Post