Mahasiswa Teknik Industri UNAMIN Raih Paper Terpilih Kategori Mahasiswa dalam Call for Paper KARSA NUSA 2026
Sorong, 24 Oktober 2026 — Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Sahril Kamarey (angkatan 2023), meraih predikat Paper Terpilih Kategori Mahasiswa dalam Call for Paper KARSA NUSA (Kajian dan Riset Kebijakan Ekonomi Nusa Tenggara Timur) 2026. Sahril mempresentasikan papernya secara langsung pada babak final di Kota Kupang, Senin (19/10/2026).
KARSA NUSA 2026 diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai forum riset dan rekomendasi kebijakan ekonomi untuk mendukung transformasi ekonomi NTT yang inklusif dan berdaya saing. Forum ini mengusung tema “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”.
Sebanyak 251 paper berpartisipasi dalam kompetisi ini, terdiri atas 182 paper kategori umum dan 69 paper kategori mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seluruh naskah melalui tahap blind review pada 14 September–1 Oktober 2026 sebelum peserta terbaik diundang ke babak final.
Pada subtema “Strategi Mendorong Hilirisasi dan Industrialisasi di Nusa Tenggara Timur”, Sahril mengajukan paper berjudul “Indeks Kesiapan Hilirisasi Sektor Primer sebagai Dasar Strategi Industrialisasi: Pemetaan Prioritas Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur”. Paper tersebut menyusun indeks kesiapan hilirisasi sektor primer untuk memetakan kabupaten dan kota prioritas sebagai dasar perumusan strategi industrialisasi di NTT.
Sahril menyusun paper tersebut selama berhari-hari dengan mengumpulkan data dan referensi, lalu mengirimkannya pada 9 September 2026, dua hari sebelum batas akhir pengiriman. Ia menilai babak final memberinya pengalaman belajar yang berharga.
“Saat melakukan presentasi final di Kota Kupang, saya mendapat banyak sekali ilmu dari kegiatan tersebut dan masukan-masukan dari para juri, para pegawai BPS, Bappeda, dan badan pembangunan daerah lainnya. Mereka memberikan masukan yang awalnya tidak pernah saya pikirkan,” ungkap Sahril.
Bagi Sahril, capaian ini juga membayar lunas kerja kerasnya. Ia mengaku sempat tidak percaya bisa menembus babak final, mengingat ada sekitar 69 paper mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang ikut bersaing.
“Saya sangat senang, karena perjuangan saya berhari-hari, begadang, dan setiap hari mencari data-data, mencari sumber-sumber, akhirnya terbayarkan dengan melihat bahwa saya menjadi salah satu finalis KARSA NUSA,” tuturnya.
Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa dirinya berhasil keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru, meski perjalanan belajarnya masih panjang.
Capaian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa dari Tanah Papua mampu berkontribusi dalam forum perumusan kebijakan ekonomi tingkat nasional. (AAM)