Istri Dekan Teknik Adu Kreasi Masak Papeda di Kongres V FDTI Sorong
Sorong, 3 Oktober 2025 — Suasana hangat dan penuh canda tawa mewarnai kegiatan Ladies Program yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres V Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) di Hotel Vega, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan yang dikhususkan bagi para istri dekan fakultas teknik dari berbagai universitas di Indonesia ini menampilkan sisi lain dari kongres akademik: keakraban, budaya, dan cita rasa khas Papua.

Ladies Program ini menghadirkan kelas memasak Papeda dan Ikan Kuah Kuning, dua kuliner tradisional Papua yang sarat makna. Para peserta dibimbing langsung oleh dua juru masak lokal, Mama Sentuf dan Kak Ida, yang dengan sabar mengajarkan teknik mengaduk papeda hingga mencapai tekstur kenyal sempurna dan cara meracik kuah kuning yang kaya rempah.

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana kompetitif namun penuh keakraban. Para peserta dibagi menjadi lima kelompok dengan warna identitas berbeda — Tim Hijau, Tim Merah, Tim Biru, Tim Kuning, dan Tim Hitam. Setiap tim berusaha menampilkan kreativitas terbaik dalam penyajian dan cita rasa hidangan mereka.

Kemeriahan semakin terasa ketika hasil masakan mereka dinilai langsung oleh dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh ternama, di antaranya Prof. Dr. Ir. I Wayan M. S. Nuari dan Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua FDTI sekaligus Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM). Para juri menilai dari aspek rasa, penyajian, kekompakan tim, dan inovasi dalam mempertahankan cita rasa asli Papua.

Setelah melalui proses penjurian yang ketat, Tim Hijau berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul oleh Tim Kuning di posisi kedua, dan Tim Biru di posisi ketiga.
Menurut panitia pelaksana, kegiatan Ladies Program ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya lokal dan peran penting para pendamping akademisi dalam memperkuat jejaring kekeluargaan antar institusi.
“Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana budaya bisa menjadi jembatan keakraban. Para istri dekan tidak hanya belajar memasak, tetapi juga mengenal lebih dalam kekayaan kuliner dan keramahan masyarakat Papua,” ujar salah satu panitia lokal dengan bangga.
Dengan tawa, semangat, dan aroma rempah yang memenuhi udara, Ladies Program Kongres V FDTI 2025 sukses menambah warna tersendiri dalam perjalanan kongres yang berlangsung di Sorong. Sebuah bukti bahwa di balik diskusi teknis dan ilmiah, selalu ada ruang bagi kehangatan budaya dan kebersamaan.[CGS]