Kesan dan Pesan Penuh Haru Lulusan Terbaik UNAMIN: "Saya Mencari Wajah Kalian, Tetapi Tidak Saya Temukan"
SORONG — Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menggelar Wisuda Sarjana Angkatan ke-XXVI dan Magister Angkatan ke-IV pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Ruang Antares, Hotel Vega, Kota Sorong. Momen paling menyentuh dalam prosesi tersebut datang dari pidato kesan dan pesan Almar Atu Soleha, S.Pd, lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang menjadi lulusan terbaik tingkat universitas dengan IPK sempurna 4,00.
Mewakili para wisudawan, Almar menyampaikan bahwa capaiannya bukan semata hasil kepintaran pribadi.
"Nilai ini bukan karena saya lebih pintar dari siapa pun. Nilai ini adalah pertolongan Allah. Alhamdulillah, buah kesabaran Bapak Ibu dosen dan doa orang-orang yang menyayangi saya," ujarnya.
Ia menggambarkan perjalanan para wisudawan yang tidak mudah, mulai dari mahasiswa yang kuliah sambil bekerja hingga yang merantau dari kampung dan kabupaten yang jauh. Menurutnya, Unamin bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menemukan keluarga, dengan dosen yang sabar membimbing dan sahabat yang saling menguatkan.
Di balik prestasinya, Almar menyimpan kisah perjuangan yang panjang. Ibunya wafat pada 5 Oktober 2010 ketika ia baru masuk sekolah dasar, disusul sang ayah pada 17 Oktober 2016 saat ia duduk di bangku SMP. Sejak itu, kakak-kakaknya membiayai pendidikannya hingga perguruan tinggi. Sepekan sebelum wisuda, salah satu kakak yang turut membiayai kuliahnya juga berpulang.
"Di ruangan ini, para orang tua menatap anak-anaknya dengan wajah penuh haru. Saya mencari wajah kalian di antara mereka, tetapi tidak saya temukan. Meski begitu, saya yakin doa-doa kalian telah lebih dahulu sampai," tuturnya.
Almar juga berterima kasih kepada dua kakaknya yang hadir mendampingi, yang ia sebut sebagai orang tua kedua. Ia menutup pidatonya dengan pesan kepada sesama wisudawan agar segera menghampiri, memeluk, dan berterima kasih kepada orang tua mereka selagi masih ada kesempatan.
"Bagi saya, cara berbakti kepada ayah, ibu, dan kakak yang telah tiada adalah dengan terus belajar," katanya.
Kisah Almar mencerminkan semangat Unamin dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus berakhlak. Capaian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4, Pendidikan Berkualitas, yakni memastikan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan setara bagi semua, termasuk mahasiswa dari latar belakang penuh keterbatasan. Sebagai calon guru sekolah dasar, Almar diharapkan turut memperkuat mutu pendidikan dasar di Papua Barat Daya. (BPY)