Prestasi Akademik Meningkat, UNAMIN Lahirkan Lulusan Terbaik di Wisuda XXVI
SORONG, — Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) mencatat sejarah baru pada Wisuda Sarjana Angkatan ke-XXVI dan Magister Angkatan ke-IV yang digelar Rabu, 21 Oktober 2026, bertepatan dengan 10 Jumadil Awal 1448 Hijriah, di Ruang Antares, Hotel Vega, Sorong, Papua Barat Daya. Untuk pertama kalinya, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mewisudakan lulusannya, dan dari angkatan perdana tersebut lahir lulusan terbaik bidang non-eksakta.
Rektor Unamin, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., menyebut wisuda tahun ini berbeda dari sebelumnya.
"Wisuda kali ini memang berbeda dengan wisuda sebelumnya. Kali ini ada wisuda pertama untuk PGSD. Bukan sekadar wisuda pertama, tapi justru yang terbaik, nilainya maksimal, adalah dari PGSD," ungkapnya.
Pada wisuda ini, Unamin menetapkan tiga lulusan terbaik dari jenjang magister dan sarjana.
- Lulusan Terbaik Program Magister. Predikat ini diraih Nonce Kristin Gaman, M.H., dari Program Studi Magister Hukum dengan masa studi 2 tahun 0 bulan. Ia merupakan putra dari Bapak Hengki Gaman dan Ibu Ludia Mentasan.
- Lulusan Terbaik Bidang Eksakta. Predikat ini diraih Fatimah Arbiatun, S.T., dari Program Studi Teknik Lingkungan dengan IPK 3,96 dan masa studi 3 tahun 11 bulan. Ia merupakan putri dari Bapak Suparni dan Ibu Sumini.
- Lulusan Terbaik Bidang Non-Eksakta. Predikat ini diraih Almar Atu Soleha, S.Pd., dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK sempurna 4,00 dan masa studi 3 tahun 11 bulan. Ia merupakan putri dari almarhum Bapak Amir Hassani dan almarhumah Ibu Ramlah.
Rektor juga mencatat adanya peningkatan potensi akademik lulusan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Dari sisi potensi akademik secara umum, tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini memang sangat berkesan, karena tidak mudah untuk meningkatkan prestasi mahasiswa. Jadi alumni tahun ini mempunyai kesan yang sangat positif," tuturnya.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan agar terus belajar dan membangun jejaring, mengingat dunia kerja menuntut kemampuan pribadi yang tidak lagi didampingi dosen pembimbing.
"Jangan berhenti belajar, bahkan tambah digiatkan, karena di situlah kita lihat jati diri kita, mampu atau tidak menyesuaikan dengan dunia baru," pesannya.
"Perbaiki hubungan dengan siapa pun. Networking, kerja sama harus diperbaiki, komunikasi dengan orang banyak harus dijaga. Pandai-pandai bersosialisasi, pandai-pandai membawa diri. Tidak ada orang yang sukses tanpa dukungan dari orang lain."
Pesan senada disampaikan lulusan terbaik non-eksakta, Almar Atu Soleha.
"Semoga kalian menemukan langkah yang lebih baik ke depannya dan bisa menjadi teladan bagi masyarakat di mana pun berada. Dan tentunya tetap menjadi penopang bagi kehidupan bangsa," ujarnya.
Sementara itu, Fatimah Arbiatun menitipkan semangat bagi rekan-rekan wisudawan yang akan memasuki dunia kerja.
"Pesan saya untuk para wisudawan, sukses selalu, semangat cari lokernya ya," katanya.
Capaian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui lahirnya angkatan perdana calon pendidik sekolah dasar dengan capaian terbaik, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Hal ini menegaskan komitmen Unamin dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap berperan bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua Barat Daya maupun Indonesia. (BPY)