Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ingatkan Lulusan UNAMIN, Gelar Harus Disertai Kejujuran dan Tanggung Jawab

Sorong, 22 Oktober 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) mewisuda 518 lulusan program sarjana dan magister dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-26 dan Magister ke-4 di Aula Antares Vega Prime Hotel, Sorong, Rabu (21/10/2026). Rapat senat dipimpin Rektor UNAMIN selaku Ketua Senat, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H.

Usai laporan akademik Rektor, sambutan dilanjutkan Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil. (Oxon), yang menilai peningkatan mutu UNAMIN telah mencapai level nasional dan internasional. Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D., kemudian mendorong UNAMIN membuka Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Doktor Hukum, sekaligus berpesan agar lulusan menjaga integritas dan menjauhi korupsi.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M., hadir mewakili Gubernur Papua Barat Daya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Wisuda hari ini bukanlah akhir dari perjalanan saudara-saudari semua, melainkan ini adalah tanggung jawab yang lebih besar ke depan,” kata Wakil Gubernur.

Ia mengingatkan lulusan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar. Mengutip Rocky Gerung, ia menyebut ijazah sebagai tanda seseorang pernah belajar, bukan tanda pernah berpikir. Ia juga mengibaratkan pendidikan sebagai eskalator yang mampu mengangkat harkat dan martabat manusia.

Baca Juga: Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong UNAMIN Buka Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Doktor Hukum

Menurut Wakil Gubernur, sebagai provinsi baru, Papua Barat Daya paling membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul untuk mengelola potensi daerah. Kemajuan daerah, katanya, tidak hanya diukur dari gedung megah dan jalan panjang, tetapi dari kesiapan SDM-nya.

“Di tangan generasi muda, di tangan saudara-saudari semua, masa depan Papua Barat Daya ini kita titipkan,” ujarnya.

Ia berharap UNAMIN terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat penelitian, mengembangkan inovasi, serta membangun kemitraan strategis dengan pemerintah. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bulan lalu telah menyalurkan bantuan kepada mahasiswa di dalam dan luar provinsi, dengan seremoni yang digelar di kampus UNAMIN, sebagai bukti bahwa peningkatan SDM tetap menjadi prioritas di tengah keterbatasan fiskal.

Wakil Gubernur menutup pesannya dengan menekankan integritas. Mengutip almarhum Prof. Salim Said, ia menyebut bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang yang takut akan Tuhan.

“Ilmu pengetahuan, gelar akademik itu harus diikuti, disertai juga dengan kejujuran, tanggung jawab, serta sikap menghargai antarsesama. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menanti karya-karya nyata dari saudara-saudari semua,” tegasnya.

Wisuda ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (AAM)

Share this Post