Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong UNAMIN Buka Fakultas Kedokteran Gigi dan Program Doktor Hukum
Sorong, 22 Oktober 2026 — Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendorong Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) membuka Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan program doktor hukum. Dorongan itu disampaikan Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D., dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-26 dan Magister ke-4 UNAMIN di Aula Antares Vega Prime Hotel, Sorong, Rabu (21/10/2026), yang melepas 518 lulusan program sarjana dan magister.
Rapat senat dipimpin Rektor UNAMIN selaku Ketua Senat, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., dan dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, unsur TNI dan Polri, pimpinan daerah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Papua Barat Daya, serta pimpinan perguruan tinggi se-Papua Barat Daya.
Prof. Erwin menyebut perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) saat ini memiliki 23 fakultas kedokteran dan 7 fakultas kedokteran gigi. Majelis tengah berkoordinasi dengan 17 PTMA yang menyiapkan FKG, termasuk UNAMIN. UNAMIN menjadi salah satu fokus Majelis di wilayah timur Indonesia, dengan target FKG dibuka tahun depan. Syaratnya antara lain minimal 13 dokter gigi bergelar spesialis dan magister, serta fasilitas dan alat kesehatan yang memadai. Majelis meminta dukungan persyarikatan dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk mewujudkannya.
Majelis juga mendorong UNAMIN, yang telah memiliki Program Magister Hukum, segera membuka program doktor hukum agar masyarakat Sorong tidak perlu menempuh S3 hingga ke Makassar.
“S1-nya Hukum UNAMIN, S2 Hukum UNAMIN, S3 Hukum UNAMIN. Nah, itu 24 karat, asli alumni UNAMIN,” ujar Prof. Erwin.
Baca Juga: Kepala LLDIKTI XIV: Capaian UNAMIN Sudah Level Nasional dan Internasional
Kepada para wisudawan, Prof. Erwin menegaskan bahwa gelar akademik adalah amanah moral yang dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan masyarakat. Ia menekankan kejujuran dan integritas, termasuk menjauhi praktik korupsi.
“Ini adalah amanah moral yang besar yang Anda akan bawa. Berderet gelar pun, kalau kemudian tidak dijadikan sebagai amanah moral, maka gelar itu tidak akan punya makna sedikit pun,” tegasnya.
Ia berharap para pengguna lulusan kelak menyebut alumni UNAMIN dengan kata “inilah”, sebagai bentuk pengakuan, bukan “inikah”, yang mengandung keraguan.
“Jauh berbeda maknanya ketika menyatakan ‘inikah’ dan ‘inilah’,” katanya.
Prof. Erwin juga mengapresiasi berbagai prestasi UNAMIN dan mendorong kampus tersebut segera meraih akreditasi institusi Unggul. Ia menutup sambutan dengan optimisme bahwa dari Sorong, Papua Barat Daya, akan lahir generasi hebat yang memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Wisuda ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), ke-4 (Pendidikan Berkualitas), dan ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). (AAM)