Tantangan Pancasila di Tengah Arus Teknologi: UNAMIN Sorong Berikan Pencerahan di Pekan Pancasila
Sorong, 25 September 2024 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) berperan aktif dalam memperkuat wawasan kebangsaan dengan menugaskan Kariadi, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum, sebagai narasumber dalam kegiatan Pekan Pancasila yang diselenggarakan oleh Komando Distrik Militer (KODIM) 1802 Sorong. Acara ini diadakan di Aula Kodim dan dihadiri oleh 350 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Kesbangpol Kota dan Kabupaten Sorong, Kepala Distrik, BUMN, organisasi masyarakat (ORMAS), tokoh agama (TOGA), tokoh masyarakat (TOMAS), tokoh adat (TODAT), Komponen Cadangan (Komcad), akademisi, LSM, mahasiswa, dan pelajar.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Brigjen TNI Arif Hendro Djatmiko, H.S., S.M., Perwira Staf Ahli Tingkat II Bidang Keamanan dan Terorisme pada Sahli Bidang Politik dan Keamanan Nasional Panglima TNI beserta rombongan, serta Brigjen TNI Totok Sutriono, S.Sos., M.M., Komandan Korem (Danrem) 181 PVT Sorong dan Komandan Kodim (Dandim) 1802 Sorong.
Sebagai narasumber, Kariadi, S.H., M.H., membawakan materi dengan topik "Implementasi Nilai-Nilai Pancasila pada Masyarakat Modern." Dalam pemaparannya, Kariadi menyoroti pentingnya memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah arus informasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memiliki dampak layaknya dua sisi mata uang. Di satu sisi, teknologi memudahkan kehidupan, membuat segala sesuatu lebih efisien dan efektif. Namun, di sisi lain, arus informasi yang begitu masif dapat menjadi tantangan dan bahkan ancaman bagi pengamalan nilai-nilai Pancasila.
"Arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi dapat mengikis nilai-nilai luhur yang tertanam dalam masyarakat, seperti gotong royong, kemanusiaan, dan persatuan. Selain itu, kita juga menghadapi permasalahan dalam negeri seperti korupsi, kerusakan lingkungan, penegakan hukum yang kurang maksimal, dekadensi moral, serta ancaman disintegrasi akibat menguatnya sikap primordialisme," ujar Kariadi, S.H., M.H. Ia menambahkan bahwa dalam menghadapi tantangan tersebut, Pancasila sebagai warisan para pendahulu harus menjadi perekat dan pedoman hidup yang terus dilestarikan dan ditanamkan sejak dini.
Kariadi menegaskan bahwa kegiatan seperti Pekan Pancasila ini sangat penting dalam memasyarakatkan dan mengingatkan kembali pentingnya Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi teknologi. "Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila, kita dapat menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis dan berkeadaban di tengah perkembangan zaman yang semakin modern," tambahnya.
Pekan Pancasila yang diselenggarakan oleh KODIM 1802 Sorong ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan diskusi interaktif, ceramah, dan sesi tanya jawab, yang memungkinkan para peserta dari berbagai latar belakang untuk berpartisipasi secara aktif. [Humas]