UNAMIN dan Astra Motor Papua Ajak Mahasiswa Kenali Manfaat dan Batas Aman Kopi untuk Cegah Kecelakaan di Jalan Raya

Sorong, 18 September 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) bekerja sama dengan Astra Motor Papua menggelar seminar edukasi bertajuk "Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi" bertempat di Aula Lantai 3 Rektorat UNAMIN pada Kamis (17/09/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya keselamatan berkendara, khususnya dalam mengantisipasi microsleep atau tertidur sesaat akibat kelelahan dan kurang fokus saat berkendara.

Seminar menghadirkan tiga narasumber: Erwinsyach, Safety Riding Instructor Astra Motor Papua; Junias H. Panjaitan, S.H., M.H., Kanit Dikmas Subdit Kamsel; serta Rhizky Made, pemerhati kopi Kota Sorong, dengan Retno Dewi Wijiastuti, S.Sos., MM. Ketiganya memaparkan data kecelakaan lalu lintas, aspek hukum dan risiko administratif pengendara, hingga peran kafein dalam menjaga fokus berkendara.

Erwinsyach memaparkan bahwa mayoritas kecelakaan lalu lintas di Indonesia dialami oleh pengendara usia produktif 18-35 tahun, dengan faktor manusia, seperti mengantuk dan kurang fokus, sebagai penyebab dominan dibandingkan faktor jalan maupun kendaraan.

"Saya yakin semua orang setuju bahwa kita harus mengutamakan keselamatan di jalan raya. Saya punya misi, sampai bulan Desember nanti saya akan berkeliling ke seluruh Kota Sorong untuk terus menyuarakan pesan keselamatan berkendara ini," ujar Erwinsyach.

Sementara itu, Junias H. Panjaitan menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama pengguna jalan, sekaligus mengingatkan konsekuensi hukum dan administratif yang dapat timbul dari kelalaian berkendara.

"Ketika kita menggunakan kendaraan, kita bukan sendirian di jalan raya: ada pengguna jalan lain yang harus kita perhatikan keselamatannya, walaupun dia hanya berjalan kaki," jelas Junias, yang ternyata juga merupakan alumnus UNAMIN.

Adapun Rhizky Made memberikan perspektif ilmiah tentang kopi dan kafein sebagai penunjang fokus berkendara, dengan catatan penting.

"Kopi ini bukan menghilangkan kantuk, hanya menunda rasanya sementara. Jangan sampai berlebihan mengonsumsinya, karena itu bisa menambah beban untuk kesehatan tubuh kita," tegas Rhizky Made.

Kegiatan ini juga diisi dengan simulasi interaktif, sesi tanya jawab, serta kuis berhadiah untuk mahasiswa. Melalui seminar ini, UNAMIN berharap dapat menumbuhkan budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab di kalangan mahasiswa, sekaligus mendukung upaya nasional menekan angka kecelakaan lalu lintas pada usia produktif.

Kegiatan yang memadukan edukasi kesehatan, keselamatan berkendara, dan kesadaran risiko ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) lewat upaya menekan angka kecelakaan dan cedera di jalan raya, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi keselamatan sejak usia dini, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) yang mendorong sistem transportasi yang lebih aman bagi semua kalangan. Lewat kegiatan ini, UNAMIN menegaskan komitmennya sebagai kampus yang Unggul, Humanis, dan Mencerahkan. (AAM)

Share this Post