UNAMIN, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dan Dokter Gigi Satu Meja Rancang Fakultas Kedokteran Gigi di Sorong
Sorong, 5 November 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melanjutkan persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) melalui pertemuan lanjutan yang digelar di Ruang Rapat II Gedung Rektorat UNAMIN, Rabu (4/11/2026). Pertemuan ini menghadirkan drg. A. Velaya Qasthalani, M.A.R.S., dokter gigi umum sekaligus Direktur Rumah Sakit Mutiara Sorong, bersama Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., dan Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.Med.Ed., Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX. Turut hadir Wakil Rektor II, Dr. H. Kamaluddin, S.S., M.M., Wakil Rektor III, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syahrul Kahar, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Rektor IV, Ir. H. Irman Amri, S.T., M.T., IPM., bersama kepala biro serta sejumlah dosen UNAMIN.
Agenda ini merupakan tindak lanjut kunjungan Prof. Budu ke UNAMIN sehari sebelumnya, Selasa (3/11/2026), yang memaparkan peluang pembukaan FKG di tengah kebijakan percepatan pendidikan dokter gigi nasional. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi provinsi tanpa pendidikan dokter gigi pada 2029, dengan 16 provinsi diproyeksikan memiliki institusi pendidikan dokter gigi sepanjang 2027–2028.
Dalam rangkaian pertemuan dua hari tersebut, Prof. Budu menjelaskan sejumlah kelonggaran dalam Keputusan Direktur Jenderal Nomor 111. Kampus pengusul tidak lagi wajib memiliki rumah sakit gigi dan mulut sejak awal, karena kebutuhan praktik dapat dipenuhi melalui kerja sama dengan rumah sakit pemerintah maupun klinik.
"Perguruan tinggi pengusul tidak wajib dari awal memiliki rumah sakit gigi dan mulut. Dulu paling susah, karena yang mau buka FKG buat dulu rumah sakit gigi dan mulut. Ini tidak perlu, tapi bisa dari rumah sakit pemerintah, bisa dari klinik, tergantung dari kasusnya," ujar Prof. Budu.
Prof. Budu juga menyarankan UNAMIN menyusun analisis kebutuhan dokter gigi bersama Dinas Kesehatan, berisi data ketersediaan dokter gigi di puskesmas serta sebaran kasus kesehatan gigi di daerah. Selain itu, UNAMIN didorong menggandeng FKG yang telah mapan sebagai pembina dan merancang kurikulum dengan keunggulan yang berangkat dari persoalan kesehatan gigi khas daerah.
Menurut Prof. Budu, pemaparan serupa telah ia sampaikan di banyak perguruan tinggi, dan sejumlah di antaranya kini berhasil melangkah membuka FKG. Ia mendorong UNAMIN terus bergerak menuntaskan persiapan.
Rencana pembukaan FKG ini merupakan tindak lanjut dorongan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang juga disampaikan pada Wisuda Sarjana ke-26 dan Magister ke-4 UNAMIN, 21 Oktober 2026. Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera; ke-4, Pendidikan Berkualitas; ke-10, Berkurangnya Kesenjangan; dan ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (AAM)