UNAMIN Siapkan Pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong Ambil Momentum Percepatan Nasional

Sorong, 3 November 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) mulai menyiapkan langkah pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Persiapan itu dibahas dalam kunjungan sinergi Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.Med.Ed., Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027 yang baru-baru ini dilantik sebagai Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, di Ruang Rapat II Gedung Rektorat UNAMIN, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., didampingi Wakil Rektor II UNAMIN, Dr. H. Kamaluddin, S.S., M.M., Wakil Rektor III, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Syahrul Kahar, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Rektor IV, Ir. H. Irman Amri, S.T., M.T., IPM., bersama kepala biro serta sejumlah dosen. Pertemuan membahas arah kebijakan nasional percepatan pendidikan dokter gigi, regulasi terbaru pembukaan program studi, serta langkah-langkah yang perlu disiapkan UNAMIN.

Prof. Budu menjelaskan bahwa percepatan jumlah lulusan dan pemerataan tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi, telah menjadi fokus pemerintah sebagaimana disampaikan dalam Pidato Presiden RI pada 14 Agustus 2026. Pemerintah membentuk satuan tugas percepatan pembukaan FKG baru di seluruh provinsi, dengan target tidak ada lagi provinsi tanpa pendidikan dokter gigi pada 2029. Sepanjang 2027–2028, sebanyak 16 provinsi diproyeksikan memiliki institusi pendidikan dokter gigi, dan perguruan tinggi yang ditugaskan akan memperoleh pendampingan serta bantuan pendanaan.

“Jadi pada saat kita berniat ini, pemerintah buka. Jadi kita harus ambil momentum ini,” ujar Prof. Budu.

Regulasi terbaru melalui Keputusan Direktur Jenderal Nomor 111 juga memberi kelonggaran. Calon dosen magister biomedis kini dapat berasal dari lulusan keperawatan, kebidanan, farmasi, fisioterapi, hingga analis laboratorium. Kampus pengusul juga tidak wajib memiliki rumah sakit gigi dan mulut sejak awal, cukup bekerja sama dengan rumah sakit pemerintah atau klinik.

Prof. Budu juga menguraikan sejumlah persiapan, mulai dari persetujuan Badan Pembina Harian, pertimbangan Senat yang dilengkapi analisis kebutuhan dokter gigi, hingga rekomendasi Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah. Ia menyarankan Unamin menggandeng FKG yang telah mapan sebagai pembina serta membentuk tim khusus yang melibatkan dokter gigi, dan menyatakan siap membantu.

“ Harus ada dokter gigi yang menjadi anak di sini, menjadi staf atau kita angkat jadi salah satu timnya.” tutur Prof. Budu.

Rencana pembukaan FKG sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan ke-3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera; tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas; tujuan ke-10, Berkurangnya Kesenjangan; dan tujuan ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kehadiran pendidikan dokter gigi di Sorong diharapkan dapat memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan gigi di Tanah Papua. (AAM)

Share this Post