UNAMIN Pertama Kali Masuk Tim Survei Calon Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih 2027 di Kabupaten Sorong

Sorong, 2 November 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) untuk pertama kalinya terlibat sebagai tim survei penetapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Selama dua bulan ke depan, tim UNAMIN akan melaksanakan survei, verifikasi, penilaian, dan fasilitasi kesiapan 23 calon lokasi KNMP tahun 2027 di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Kegiatan diawali dengan pertemuan penyamaan persepsi pada Senin (2/11/2026) di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat UNAMIN. Pemerintah Kabupaten Sorong diwakili Asisten II, Dr. Wa Ode Likewati, S.E., M.M. Dari Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, hadir Kepala Dinas, Marthen Luther Kaiway, S.ST.Pi., M.Ak., bersama Kepala Bidang Perikanan. Turut hadir pula staf pemerintah daerah dan dinas, serta penyuluh perikanan Kabupaten Sorong.

Seluruh anggota tim survei berasal dari UNAMIN, terdiri atas dosen, staf, dan alumni. Dekan Fakultas Perikanan UNAMIN, Dr. Ahmad Fahrizal, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa tim direncanakan menetap di kampung untuk mengumpulkan data kesiapan lokasi, khususnya yang berkaitan dengan nelayan.

“Kita akan menetap di kampung selama dua bulan, mengambil data survei, fasilitasi, verifikasi, dan penilaian. Jadi ada standar minimum kecukupan yang harus dicari dan ditelusuri dari data yang ada di kampung, terutama nelayan, baik aspek fisik maupun nonfisik,” jelas Dr. Ahmad Fahrizal.

Menurut Dr. Ahmad Fahrizal, keterlibatan UNAMIN berawal dari Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan. Bersama pengurus forum dan KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, kerja sama mulai dirintis secara daring pada Mei 2026. Pada September 2026, UNAMIN menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dan kontrak kegiatan survei secara luring di kantor KKP, Jakarta.

Ia berharap survei ini berjalan baik dan membawa dampak positif bagi UNAMIN serta masyarakat perikanan di kawasan pesisir Kabupaten Sorong.

“Kalau ingin nelayan naik kelas, kita harus bisa bekerja sama dengan baik supaya bisa menyukseskan kegiatan pemerintah. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memajukan nelayan, karena selama ini nelayan itu menjadi masyarakat terbelakang. Jadi, saatnya nelayan naik kelas,” tegasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-1, Tanpa Kemiskinan, dan tujuan ke-8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kegiatan ini juga mendukung tujuan ke-14, Ekosistem Lautan, serta tujuan ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (AAM)

Share this Post