7 Tips Menghadapi UTS dengan Tenang untuk Mahasiswa UNAMIN

SORONG, 30 Oktober 2026 — Hujan turun lagi, Kamu baru saja pulang kuliah, rebahan sebentar, lalu HP bergetar. Grup WhatsApp angkatan ramai: jadwal UTS sudah keluar. Ada yang langsung tanya kisi-kisi, ada yang kirim stiker pasrah, ada juga yang cuma menulis "sa belum siap". Kalau kamu merasakan hal yang sama, tenang. Hampir semua mahasiswa Unamin sedang ada di perahu yang sama.

UTS memang momen penting untuk melihat sejauh mana kamu memahami materi setengah semester ini. Tapi panik bukan teman yang baik. Saat cemas berlebihan, otak justru susah memanggil kembali materi yang sudah dipelajari. Kabar baiknya, tenang itu bisa disiapkan. Ini caranya.

1. Petakan dulu, baru belajar

Sebelum buka modul atau slide dosen, tulis dulu jadwal UTS kamu: mata kuliah apa, tanggal berapa, dan materinya sampai pertemuan ke berapa. Tempel di dinding kos atau jadikan wallpaper HP. Begitu semuanya tertulis, beban yang tadinya terasa seperti gunung berubah jadi daftar yang bisa dicicil.

Lalu atur prioritas. Dahulukan mata kuliah yang ujiannya paling dekat atau materinya paling bikin kamu garuk kepala.

2. Cicil sedikit-sedikit, jangan SKS semalam

Sistem Kebut Semalam memang sudah jadi tradisi turun-temurun dari kakak tingkat. Tapi jujur saja, hasilnya jarang memuaskan. Materi yang diulang beberapa kali dalam beberapa hari jauh lebih nempel daripada dijejalkan dalam satu malam.

Coba belajar 25 sampai 45 menit, lalu istirahat sebentar. Seduh teh, jalan keluar kamar, atau dengar suara hujan sebentar. Ulangi beberapa sesi setiap hari. Jeda kosong antara kelas juga bisa dimanfaatkan untuk membaca ulang catatan di perpustakaan atau sudut kampus yang tenang.

3. Belajar aktif bareng teman sekelas

Membaca ulang slide berkali-kali sering bikin kita merasa sudah paham, padahal belum tentu. Coba tutup catatanmu, lalu jelaskan materinya dengan bahasamu sendiri. Kalau bisa menjelaskannya ke teman satu prodi, artinya kamu benar-benar mengerti.

Ajak dua atau tiga teman belajar bareng di kampus. Saling tanya, saling bahas soal latihan, dan minta kakak tingkat berbagi pengalaman soal model ujian dosen tertentu. Asal tetap fokus, jangan sampai sesi belajar berubah jadi sesi cerita sampai lupa waktu.

4. Tidur cukup itu bagian dari belajar

Ini yang paling sering dikorbankan. Padahal saat tidur, otak bekerja merapikan dan menyimpan apa yang sudah kamu pelajari. Begadang sampai subuh menjelang ujian justru bikin kepala berat dan pikiran gampang blank begitu duduk di ruang kelas.

Usahakan tetap tidur cukup, terutama di malam sebelum ujian. Kamu yang segar dengan persiapan 80 persen biasanya tampil lebih baik daripada kamu yang terkantuk-kantuk dengan persiapan 100 persen.

5. Isi tenaga dengan benar

Jangan berangkat ke kampus dengan perut kosong. Sarapan secukupnya, bawa botol air minum sendiri, dan jangan cuma mengandalkan kopi sachet atau minuman manis. Kopi memang bikin melek, tapi kalau berlebihan malah bikin jantung berdebar dan makin gelisah.

6. Kurangi distraksi, berhenti membandingkan diri

Pernah lihat story teman yang tulisannya "su belajar sampai bab terakhir", terus kamu langsung minder? Itu sumber panik yang paling tidak perlu. Setiap orang punya cara dan ritme belajarnya masing-masing.

Selama pekan UTS, bisukan sementara grup atau akun yang bikin cemas. Simpan HP agak jauh saat sesi belajar. Fokus pada progresmu sendiri, bukan progres orang lain.

7. Di ruang ujian, atur napas dan strategi

Berangkat lebih awal. Jalanan Sorong di pagi hari bisa tidak terduga, apalagi kalau hujan. Datang lebih cepat memberi waktu untuk duduk tenang sebelum soal dibagikan.

Begitu memegang lembar soal, baca semuanya dulu. Kerjakan yang paling kamu kuasai lebih dulu supaya percaya diri terbangun, baru kembali ke soal yang sulit. Kalau tiba-tiba panik, berhenti sejenak. Tarik napas pelan dalam hitungan empat, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali sampai pikiran kembali jernih.

Ikhtiar maksimal, lalu tawakal

Sebagai mahasiswa kampus Muhammadiyah, kita diajarkan bahwa usaha dan doa berjalan bersama. Belajar sudah, istirahat sudah, persiapan sudah. Sisanya serahkan kepada Allah. Awali belajar dan ujian dengan bismillah, dan jaga ibadahmu tetap teratur meski sedang sibuk. Ketenangan yang datang dari tawakal itu nyata, dan sangat terasa saat duduk di depan lembar soal.

Kalau tekanan terasa terlalu berat, jangan dipendam sendiri. Cerita ke teman, keluarga, atau dosen pembimbing akademik kamu. Di Unamin, kita belajar untuk saling peduli. Meminta bantuan bukan tanda lemah, justru tanda kamu menghargai dirimu sendiri.

UTS hanya satu bab, bukan seluruh cerita

UTS adalah satu bagian dari perjalanan kuliahmu di Unamin, bukan penentu segalanya. Nilai memang penting, tapi kamu jauh lebih berharga dari sekadar angka di KHS. Persiapkan diri sebaik mungkin, jalani dengan tenang, dan apa pun hasilnya, jadikan pelajaran untuk langkah berikutnya.

Menjaga ketenangan saat UTS ternyata juga bagian dari langkah yang lebih besar. Cara belajar yang sehat dan bermakna sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4, Pendidikan Berkualitas, yang mendorong setiap orang mendapat kesempatan belajar yang layak dan bermutu. Sementara itu, kebiasaan tidur cukup, makan teratur, dan berani bercerita saat tertekan adalah wujud nyata SDGs poin 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, termasuk menjaga kesehatan mental. Jadi, setiap kali kamu belajar dengan tenang dan merawat dirimu, kamu sedang ikut menyiapkan generasi Papua Barat Daya yang cerdas, sehat, dan siap berkontribusi. (BPY)

Share this Post