Amalan Salih dan Keikhlasan dalam Ibadah di Bulan Ramadhan
Sorong, 03 maret 2026–Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan, Rektor Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH. menyampaikan ceramah seusai salat Dzuhur di hadapan jamaah kampus dengan tema “Amalan Salih dan Keikhlasan dalam Ibadah di Bulan Ramadhan”. Dalam kajian tersebut, beliau menegaskan bahwa Allah SWT tidak menilai manusia dari penampilan fisik maupun banyaknya amalan, melainkan dari keikhlasan hati dan tingkat ketakwaannya.
Kajian yang diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini merupakan lanjutan dari agenda pembinaan spiritual kampus selama Ramadhan. Dalam pemaparannya, Rektor mengingatkan bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Ketakwaan, menurut beliau, tercermin dari kesungguhan menjaga niat, menjauhi riya, serta berhati-hati dalam setiap amal perbuatan.
“Allah SWT tidak melihat rupa dan harta kita, tetapi melihat hati dan amal perbuatan kita. Karena itu, yang paling utama adalah keikhlasan dan kesesuaian amalan dengan tuntunan syariat,” ujar Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH.
Beliau juga mengutip berbagai dalil Al-Qur’an, hadis, serta pendapat ulama seperti Imam Al-Ghazali untuk menjelaskan bahwa amalan yang diterima adalah amalan yang dilakukan dengan hati yang bersih dan penuh rasa takut tidak diterima oleh Allah SWT. Rasa khawatir tersebut, menurutnya, justru menjadi tanda kesungguhan seorang hamba dalam beribadah.
Dalam ceramahnya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk meluruskan niat dalam menuntut ilmu dan mengajar. Ia menekankan bahwa profesi dosen dan aktivitas akademik merupakan ladang amal yang mulia apabila dijalankan dengan ikhlas, bukan demi pujian atau pengakuan semata.
Selain itu, beliau mengingatkan pentingnya menjaga seluruh anggota tubuh saat berpuasa, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, pendengaran, serta perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah.
Kajian ditutup dengan ajakan untuk memperbanyak doa agar setiap amalan diterima oleh Allah SWT, di antaranya doa Nabi Ibrahim AS: “Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami’ul ‘Alim” serta doa yang dianjurkan Rasulullah SAW setelah salat Subuh: “Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah kampus dapat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta meneguhkan komitmen untuk menjadi pribadi yang salih dan bertakwa.