Dosen UNAMIN Terpilih dalam Program Doktoral SUIJI-JP-DC 2026 di Jepang

Sorong, 8 Juli 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) dengan bangga mengumumkan bahwa Assoc. Prof. Ir. Nurul Fajeriana M., S.P., M.P., dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, telah resmi terpilih sebagai peserta SUIJI Doctoral Course (DC) Program 2026 di Ehime University, Jepang. Program berlangsung selama satu tahun, dari minggu kedua Oktober 2026 hingga akhir September 2027.

Konfirmasi resmi diterima melalui surat elektronik dari United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS) Ehime University pada 18 Juni 2026, yang sekaligus menandai dimulainya proses administrasi keberangkatan, termasuk pengurusan visa dan registrasi perkuliahan.

SUIJI-JP-DC (Six University Initiative Japan-Indonesia Joint Program for Doctoral Students) merupakan program kolaborasi pendidikan dan penelitian tingkat doktoral antara tiga universitas di Indonesia — IPB, UGM, dan Universitas Hasanuddin — dengan tiga universitas di Jepang, yakni Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University. Proses seleksi meliputi evaluasi rekam jejak akademik, proposal penelitian, kemampuan berbahasa Inggris, serta kesesuaian bidang riset dengan keahlian supervisor di universitas tujuan.

Nurul Fajeriana menyandang jabatan fungsional Lektor Kepala bidang Ilmu Tanah berdasarkan SK Mendiktisaintek Nomor 140371/B/07/2024. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa semester dua Program Doktor Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin dengan capaian 37 SKS dan IPK 4,00. Di Ehime University, ia akan dibimbing oleh Prof. Hideto Ueno, pakar kualitas tanah dan pertanian berkelanjutan, dengan fokus disertasi “Intensifikasi Pertanian dan Implikasinya terhadap Kualitas Tanah dan Produksi Cabai pada Wilayah Tropis Basah dengan Structural Equation Modeling (SEM).”

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat terpilih sebagai peserta SUIJI Doctoral Course Program 2026 di Ehime University, Jepang. Kunci utama hingga akhirnya dapat terpilih adalah konsistensi dalam membangun rekam jejak akademik, mulai dari memperkuat kualitas penelitian, aktif berkonsultasi dengan promotor dan supervisor, hingga mempersiapkan setiap tahapan seleksi secara optimal,” ujar Nurul Fajeriana.

Hasil penelitian tersebut diharapkan menghasilkan model kausal yang dapat menjadi dasar ilmiah dalam merumuskan strategi intensifikasi pertanian yang meningkatkan produktivitas cabai tanpa mengabaikan keberlanjutan kualitas tanah, serta menjadi referensi pengembangan kebijakan pertanian berkelanjutan di wilayah tropis basah seperti Indonesia.

“Langkah pertama untuk memasuki kancah global adalah membangun keyakinan bahwa kita memiliki kapasitas dan peluang yang sama untuk berkontribusi di tingkat internasional. Kesempatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari universitas besar, tetapi juga bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemauan untuk terus belajar,” tambahnya.

Capaian ini menegaskan komitmen UNAMIN dalam mendorong internasionalisasi dosen dan penguatan riset, sekaligus membuktikan bahwa akademisi dari Papua Barat Daya mampu berkontribusi dan bersaing di tingkat global.(AAM)

Share this Post