KEPPOKP dan Grasberg Academy Bersama Mitra Rangkul 280 Generasi Muda PBD ke Dunia AI
Sorong, 26 Juli 2026 — Sebanyak 280 lebih peserta dari berbagai kalangan mengikuti pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk “Semua Bisa AI! Akselerasi Masa Depan Papua Barat Daya” yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Sabtu (25/7/2026).
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari gerakan “AI Ignition Road to Sorong”, hasil kolaborasi Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) bersama Grasberg Academy sebagai mitra lokal dan KUMPUL. Kegiatan ini turut didukung anggota DPD RI Dapil PBD Paul Finsen Mayor.
Sejumlah lembaga lain juga mendukung kegiatan tersebut, di antaranya Jasgo Academy, AVPN, Google.org, Asian Development Bank, IndoEast Network, dan Papua Youth Creative Hub .
Sebelum sesi pelatihan, acara diawali talkshow yang menghadirkan Ketua KEPPOKP Dr. Velix Wanggai, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audi Latuheru, dan anggota DPD RI Paul Finsen Mayor. Sesi tersebut dipandu Managing Partner Grasberg Academy, Elviliana Y. Watopa.

Dalam pemaparannya, Velix Wanggai menyatakan perkembangan zaman menuntut setiap orang beradaptasi dengan perubahan, termasuk transformasi digital dan pemanfaatan AI. Menurutnya, AI telah menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional.
“Perkembangan digital, termasuk AI, merupakan bagian dari perubahan global yang harus kita pahami bersama. AI kini telah menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, politik hingga kelembagaan,” ujar Velix.
Velix menjelaskan dunia tengah memasuki era global megatrend, saat teknologi berkembang cepat menuju 2030, 2050, hingga 2075. Ia menilai AI mampu menghasilkan pemetaan persoalan yang lebih akurat sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih sistematis dan tepat sasaran, sekaligus mempercepat pelayanan publik dengan memangkas birokrasi. Meski demikian, ia mengingatkan AI memiliki manfaat besar sekaligus tantangan, sehingga masyarakat perlu dibekali pemahaman agar dapat memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Sementara itu, anggota DPD RI Paul Finsen Mayor mengatakan pengembangan sumber daya manusia harus dimulai dari sektor pendidikan untuk melahirkan generasi unggul di Papua Barat Daya. Ia menilai pelatihan AI menjadi salah satu investasi penting untuk membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan bagi kebutuhan dunia kerja masa depan.
“Anak-anak Papua yang mengikuti pelatihan hari ini akan memperoleh sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan di instansi pemerintah maupun perusahaan lokal, nasional hingga internasional,” tegasnya.
Paul menambahkan, pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan perusahaan teknologi global, termasuk Google dan Apple, sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi dunia. Ia berharap semakin banyak generasi muda Papua memanfaatkan kesempatan tersebut agar mampu bersaing di era transformasi digital.
Usai talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan AI yang dipandu dua trainer, yakni Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom, M.MT (Dosen IT di UNAMIN sekaligus CEO Jasgo Academy) dan Elviliana Y. Watopa, SE, MBA (Managing Partner Grasberg Academy).

Dalam sesi tersebut, Teguh Hidayat mengaku bersemangat melihat antusiasme peserta yang menurutnya luar biasa.
“Peserta terdiri dari 80 persen anak muda dan 20 persen profesional, bahkan ada peserta yang berumur 50-an. Ini membuktikan kemauan belajar masyarakat terhadap AI begitu tinggi. Event seperti ini harus banyak dihadirkan di Tanah Papua, khususnya Papua Barat Daya,” ujar Teguh.
Antusiasme juga disampaikan salah satu peserta, Bali Akwan. Ia mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama pelatihan, mulai dari teknik menyusun perintah (prompting) yang efektif hingga pemahaman bahwa AI sebaiknya diperlakukan sebagai alat bantu yang tetap membutuhkan kontrol penggunanya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara dan para pemateri.
“AI itu jadi asisten kita, bukan kita yang mengikuti seratus persen kemauan AI. Kita juga harus memvalidasi, apakah benar yang AI sampaikan. Jadi kita mencari dulu, baru menggunakan AI, sehingga apa yang kita masukkan bisa berdampak baik untuk kita dan masyarakat sekitar,” tutur Bali.
Grasberg Academy sebelumnya telah memulai gerakan literasi AI di Timika pada awal Mei 2026, dan kini melanjutkannya ke Kota Sorong sebagai upaya memperluas akses pengetahuan teknologi bagi masyarakat Papua.

Kegiatan ini juga dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pelatihan literasi AI tersebut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemerataan akses belajar teknologi serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat pembekalan kompetensi kerja bagi generasi muda. Kegiatan ini juga mendorong pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memperluas akses teknologi di wilayah timur Indonesia, serta mencerminkan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah, dan mitra global.
Pelatihan “Semua Bisa AI!” di Kota Sorong menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperluas literasi kecerdasan buatan bagi generasi muda Papua Barat Daya, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia daerah menghadapi era transformasi digital.(AAM)