Ramadan Produktif atau Rebahan? Ini Pilihan Mahasiswa Berprestasi

Sorong, 25 Februari 2026 – Ramadan datang lagi, suasana kampus pun ikut berubah. Jadwal kuliah tetap jalan, tugas tetap numpuk, presentasi dan deadline nggak ikut puasa. Di tengah kondisi ini, mahasiswa biasanya terbagi dua: tim produktif atau tim rebahan. Tapi buat mahasiswa yang mau tetap berprestasi, Ramadan justru jadi momen buat upgrade diri.

Puasa memang bikin badan cepat lelah, apalagi kalau jadwal padat dari pagi sampai sore. Tapi banyak mahasiswa yang mulai atur strategi biar tetap on track. Ada yang manfaatin waktu setelah sahur buat belajar atau ngerjain tugas, ada juga yang pilih istirahat cukup biar tetap fokus saat kuliah. Intinya, pintar-pintar atur energi.

“Puasa itu bukan alasan buat malas. Justru di sini kita belajar disiplin dan ngatur waktu,” kata salah satu mahasiswa. Menurutnya, kalau sudah punya target harian, mau puasa atau nggak tetap bisa produktif. Kuncinya konsisten dan jangan kebanyakan scrolling media sosial.

Selain urusan akademik, Ramadan juga jadi waktu yang pas buat lebih dekat secara spiritual. Banyak mahasiswa ikut kajian, buka puasa bareng, sampai berbagi takjil di sekitar kampus. Kegiatan-kegiatan sederhana ini bikin suasana Ramadan terasa lebih hangat dan penuh makna.

Soal stamina, mahasiswa biasanya punya trik sendiri. Sahur yang cukup, minum air yang banyak, dan nggak begadang jadi cara paling ampuh biar tetap fit. Dengan pola yang lebih teratur, konsentrasi saat kuliah pun tetap terjaga.

Akhirnya, Ramadan itu soal pilihan. Mau dijadikan alasan buat santai berlebihan, atau dijadikan momen buat berkembang. Mahasiswa berprestasi tahu, puasa bukan penghalang buat tetap aktif. Justru di bulan ini, mental ditempa, disiplin diuji, dan kesempatan buat jadi versi terbaik diri sendiri terbuka lebar.(RL)

Share this Post