Dialog Pendidikan di Unamin: Abdul Mu'ti Pastikan Tiga Program Strategis Tetap Jalan

Sorong, 28 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menjadi tuan rumah Dialog Pendidikan bersama Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3, Gedung rektorat pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Rektor Unamin, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., ini dihadiri oleh para wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga, serta seluruh pimpinan di lingkungan Unamin, anggota DPRD Provinsi Papua Barat Daya, perwakilan Kemenag, unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, dan para direktur serta kepala sekolah Muhammadiyah se-Kota Sorong.

Dialog ini menjadi ruang terbuka bagi pemangku kepentingan pendidikan di Papua Barat Daya untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh penjelasan langsung dari Menteri terkait kebijakan pendidikan nasional. Dalam paparannya, Menteri Abdul Mu'ti mengidentifikasi tiga akar kesenjangan pendidikan: faktor ekonomi, geografi, dan budaya — yang ketiganya sangat relevan dengan kondisi nyata di wilayah Papua Barat Daya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Menteri Abdul Mu'ti menegaskan tiga program prioritas Kemendikdasmen yang tidak dipangkas dan justru diperkuat: (1) Revitalisasi sekolah — menyasar 71.744 satuan pendidikan dengan 23 persen untuk sekolah swasta; (2) Digitalisasi — setiap sekolah akan mendapat empat unit IFP dengan penambahan daya listrik gratis dari PLN; dan (3) Tunjangan guru — guru ASN menerima tunjangan satu kali gaji pokok, guru non-ASN bersertifikasi naik menjadi Rp2 juta/bulan, dan guru non-ASN tanpa sertifikasi mendapat insentif Rp400.000/bulan, seluruhnya ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

"Laut itu bukan pemisah — laut adalah penghubung. Kalau mindset-nya maju, tidak ada keterbatasan yang bisa menghentikan kemajuan. Kita harus berhenti menggunakan jarak dan geografi sebagai alasan. Education is about building mindset — dan mindset maju itulah kunci Papua Barat Daya untuk melompat lebih jauh." — Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed., Mendikdasmen RI, dalam Dialog Pendidikan di Aula Rektorat UNAMIN

Menteri Abdul Mu'ti secara khusus mendorong Unamin untuk bergabung dalam program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) guna melayani guru-guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1, dengan dukungan biaya studi Rp3.000.000 per semester per guru dari pemerintah. Unamin juga dibuka peluang untuk bermitra dalam penyelenggaraan pelatihan AI, coding, serta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan dan Prajabatan.

Sesi dialog juga menjadi sarana Menteri Abdul Mu'ti merespons langsung sejumlah isu strategis daerah: penerbitan ijazah elektronik yang kini dapat dicetak mandiri, penugasan guru ASN di sekolah swasta melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025, serta dukungan program Wajib Belajar 13 Tahun yang kini mencakup jenjang TK dengan dana PIP sebesar Rp450.000 per murid per tahun.

Universitas Muhammadiyah Sorong menyambut baik seluruh arahan dan tawaran kemitraan yang disampaikan Menteri Abdul Mu'ti. Momentum dialog ini akan ditindaklanjuti melalui koordinasi aktif antara UNAMIN dengan Kemendikdasmen RI, demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan di seluruh pelosok Papua Barat Daya.(AF)

Share this Post