Dosen IT UNAMIN Jadi Pembicara Utama Pelatihan AI bagi Generasi Muda Papua Barat Daya

Sorong, 27 Juli 2026 — Dosen Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom, M.MT, tampil sebagai pembicara utama pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bertajuk “Semua Bisa AI! Akselerasi Masa Depan Papua Barat Daya”. Pelatihan yang diikuti lebih dari 280 peserta ini digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan merupakan bagian dari gerakan “AI Ignition Road to Sorong”, hasil kolaborasi Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) bersama Grasberg Academy sebagai mitra lokal dan KUMPUL, serta didukung anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya Paul Finsen Mayor. Sejumlah mitra lain turut mendukung, antara lain Jasgo Academy, AVPN, Google.org, Asian Development Bank, IndoEast Network, dan Papua Youth Creative Hub.

Teguh Hidayat, yang juga menjabat CEO Jasgo Academy, memandu tiga sesi pelatihan bersama Elviliana Y. Watopa, SE, MBA, Managing Partner Grasberg Academy. Ketiga sesi tersebut mencakup Dasar-Dasar Kecerdasan Buatan, Pengantar Generatif AI (Gen AI), dan AI Yang Bertanggung Jawab — meliputi sejarah dan penerapan AI, arsitektur model bahasa besar dan teknik prompting, hingga etika serta identifikasi risiko penggunaan AI.

Dalam pemaparannya, Teguh menekankan peran generasi muda Papua bagi masa depan daerah.

“Dua puluh tahun ke depan, teman-teman dengan bekal AI dari sekarang inilah yang akan mengembangkan Papua, membuat Papua maju dan bangkit ke depan. Kalau dari tadi kita lihat, semua yang ada di depan adalah orang Papua. Kita patut berbangga bahwa acara-acara seperti ini tidak lagi kita cari jauh-jauh seperti ke Makassar,” ujar Teguh.

Baca Juga: KEPPOKP dan Grasberg Academy Bersama Mitra Rangkul 280 Generasi Muda PBD ke Dunia AI

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Usai pemaparan, peserta berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil yang didampingi langsung oleh kedua pemateri, termasuk saat sesi tes berlangsung.

Semangat itu bahkan telah berbuah karya nyata. Salah satu peserta, Frinkia Yorbaba, telah mengembangkan aplikasi pendataan geologi bernama Geodata ESDM secara otodidak berbekal kecerdasan buatan — gambaran nyata potensi AI bagi warga Papua Barat Daya.

“Harapan saya, kegiatan ini bisa memacu skill para pemuda-pemudi, mahasiswa, dan guru-guru yang mengikutinya. Ke depan, kegiatan seperti ini jangan hanya berlangsung hari ini saja — harus ada lagi, mengingat pentingnya regenerasi dari generasi ke generasi,” harap Frinkia.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan gerakan literasi AI yang sebelumnya digelar di Timika pada awal Mei 2026, dan dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).(AAM)

Share this Post