Kebiasaan Tidur di Mana Saja: Nyaman atau Justru Berbahaya?
Sorong, 18 April 2026 —Bagi mahasiswa, kebiasaan bisa tidur di mana saja seperti di kelas, perpustakaan, atau saat mengerjakan tugas sering dianggap hal biasa karena padatnya aktivitas sehari-hari. Jadwal kuliah yang penuh ditambah tugas dan kegiatan organisasi membuat waktu istirahat menjadi tidak teratur sehingga tubuh memanfaatkan setiap kesempatan untuk tidur. Meskipun terlihat sepele, kondisi ini sebenarnya dapat menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami kelelahan.
Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), rasa kantuk berlebihan di siang hari dapat menunjukkan bahwa kualitas tidur malam kurang baik atau waktu istirahat tidak mencukupi. Pada mahasiswa, kondisi ini sering terjadi karena kebiasaan begadang untuk menyelesaikan tugas atau penggunaan gadget hingga larut malam sehingga tubuh tidak mendapatkan waktu pemulihan yang optimal.
Secara ilmiah, tubuh memiliki sistem yang mengatur siklus tidur dan bangun yang disebut circadian rhythm. Jika mahasiswa sering tidur tidak teratur baik di malam hari maupun di siang hari, maka ritme ini akan terganggu. Akibatnya, tubuh menjadi sulit mengenali waktu istirahat yang tepat sehingga meskipun sering tidur, rasa lelah tetap muncul dan konsentrasi menurun.
Dari sisi psikologis, kebiasaan ini juga dapat berkaitan dengan stres akademik. National Sleep Foundation menjelaskan bahwa tekanan dari tugas dan ujian dapat menyebabkan kelelahan mental. Dalam kondisi tersebut, tubuh cenderung mudah tertidur sebagai respon terhadap stres, bukan karena kebutuhan istirahat yang sehat.
Selain itu, tidur di sembarang tempat umumnya tidak memberikan kualitas istirahat yang baik karena posisi tubuh yang kurang nyaman dan lingkungan yang tidak mendukung seperti kebisingan atau pencahayaan yang terlalu terang. Hal ini membuat tidur menjadi tidak nyenyak sehingga tubuh tetap merasa lelah meskipun sudah tertidur beberapa kali.
Untuk mengatasinya, mahasiswa perlu mulai mengatur pola tidur dengan lebih baik. Tidur cukup di malam hari, mengurangi kebiasaan begadang, serta membatasi penggunaan gadget sebelum tidur dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat. Dengan pola tidur yang teratur, tubuh akan lebih segar, kemampuan fokus meningkat, dan kebiasaan tidur di sembarang tempat dapat berkurang.(AF)