Ketua Gugus Penjaminan Mutu Fakultas Teknik UNAMIN Ikuti Pelatihan Intensif SPMI dan AMI Bersama EDUSQUAD
Sorong, 14 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui keikutsertaan Siti Nur Kayatun, S.T., M.T., Ketua Gugus Penjamin Mutu Fakultas Teknik, dalam Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI). Pelatihan yang diselenggarakan oleh EDUSQUAD ini berlangsung selama empat hari, Senin–Kamis, 10–13 Agustus 2026, di Ruang Pasopati, Lantai 1, Hotel PORTA by Ambarrukmo, Yogyakarta.
Pelatihan ini diikuti 20 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Syiah Kuala, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Khairun, Akademi Inovasi Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Malikussaleh, Universitas Telkom, Universitas Hasanuddin, serta Universitas Muhammadiyah Sorong.
Peserta dibimbing oleh tiga narasumber ahli dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU (ahli SPM-PT dan Dokumen Pembelajaran/OBE); Ir. M. Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU (ahli SPME berbasis Outcome); dan Prof. Dr. Ir. Retno Indrati, M.Sc. (ahli Dokumen Mutu).

Sejumlah pesan penting mengemuka sepanjang pelatihan. Ir. M. Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU menekankan pentingnya penetapan kriteria prioritas dalam pelaksanaan AMI:
“Peningkatan kualitas pelaksanaan AMI perlu diarahkan pada penetapan kriteria prioritas yang menjadi fokus utama audit, dengan mempertimbangkan tingkat risiko, ketercapaian standar, hasil evaluasi sebelumnya, serta potensi peningkatan mutu secara berkelanjutan.” — Ir. M. Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU
Baca Juga: UNAMIN Hadirkan Akademisi Universitas Brawijaya untuk Perkuat Publikasi Internasional Dosen
Sementara itu, Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU mengingatkan bahwa data hanyalah bukti awal:
“Dalam penjaminan mutu, keberadaan data hanya merupakan evidence. Fokus utama yang perlu dipertanyakan adalah apakah data tersebut telah digunakan untuk melakukan evaluasi, menetapkan tindak lanjut, dan menghasilkan peningkatan mutu yang nyata dan berkelanjutan.” — Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU
Adapun Prof. Dr. Ir. Retno Indrati, M.Sc. menegaskan batas peran auditor dalam proses audit mutu:
“Auditor bukan pelaksana tindakan korektif. Auditor memastikan temuan teridentifikasi secara objektif dan memberikan rekomendasi, sedangkan perbaikan merupakan tanggung jawab auditee.” — Prof. Dr. Ir. Retno Indrati, M.Sc.
Bagi peserta dari UNAMIN, Siti Nur Kayatun, S.T., M.T., keikutsertaan ini bukan sekadar agenda pengembangan kapasitas, melainkan bagian dari ikhtiar membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Pengalaman selama empat hari mendampingi para pakar dari Universitas Gadjah Mada pun meninggalkan kesan yang mendalam.
“Pelatihan SPMI dan AMI bersama Edusquad memberikan pemahaman mendalam yang melampaui ekspektasi saya, bahkan mampu mengurai berbagai benang kusut pemahaman yang selama ini saya miliki.” — Siti Nur Kayatun, S.T., M.T.

Penguatan budaya mutu ini sejalan dengan komitmen UNAMIN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui peningkatan kompetensi pengelola mutu, UNAMIN turut memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan bermutu di kawasan Papua Barat Daya. Semangat kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam pelatihan ini juga mencerminkan Tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), sebagai bukti bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan kerja bersama yang melampaui batas institusi.
Melalui keikutsertaan ini, Universitas Muhammadiyah Sorong menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sivitas akademika akan terus menjadi prioritas dalam penguatan budaya mutu. UNAMIN meyakini bahwa mutu bukanlah capaian sekali jadi, melainkan proses berkelanjutan yang menuntut penyegaran kompetensi dan evaluasi berkala. Dengan langkah-langkah konkret semacam ini, UNAMIN optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi Islami yang unggul dan mencerahkan di tanah Papua.(AAM)