Mapala Unamin Gelar Talkshow Antisipasi Cuaca Ekstrem Bersama BMKG

Sorong,29 Juli 2026 — Langit Kota Sorong belakangan makin sulit ditebak. Hujan turun tiba-tiba, banjir menggenang nyaris tanpa aba-aba. Keresahan itulah yang Minggu itu dibawa Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) ke atas panggung Aula Rektorat bukan lewat aksi di lapangan, melainkan lewat sebuah talkshow bertema "Antisipasi Cuaca Ekstrem untuk Masa Depan yang Berkelanjutan".

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa pencinta alam dari berbagai sekolah dengan dua sosok yang paling paham soal cuaca di tanah Papua Barat Daya: Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong, Ahmad Bisri, S.T., M.M., dan Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (PAG) Sorong, Budi Satria, S.Si. Keduanya hadir bersama sejumlah pegawai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bagi panitia, tema ini bukan dipilih sembarangan. Sekretaris Utama Mapala Unamin, Al Iman Islami, menuturkan alasannya.

"Kami membuat talkshow dengan tema antisipasi cuaca ekstrem untuk masa depan yang berkelanjutan karena tema ini sangat penting. Di Kota Sorong sendiri kita lihat banyak masalah yang terjadi, terkhusus dengan cuaca yang sekarang tidak menentu."

Alasan itu pula yang membuat Mapala sengaja menghadirkan ahlinya langsung ke atas panggung diskusi.

"Kami menghadirkan narasumber dari BMKG supaya mereka bisa menyampaikan situasi ekstrem yang ada di Kota Sorong, terkhusus Papua Barat Daya," lanjut Al Iman.

Persoalan yang dimaksud bukan sesuatu yang jauh. Cuaca yang tidak menentu, hujan yang datang tak terjadwal, hingga banjir yang menggenangi sudut-sudut Kota Sorong sudah menjadi pemandangan akrab bagi warga. Talkshow ini mencoba menjawabnya dari hulu: memahami dulu, baru bertindak.

"Masalahnya terjadi di sini — cuaca yang tidak menentu, hujan, sampai banjir di Kota Sorong. Manfaat kegiatan ini adalah untuk mencegah, supaya hal-hal itu tidak terjadi," kata Al Iman.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Unamin ini juga dihadiri Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sorong, H. Kamaluddin, S.S., M.M. Kehadiran unsur pimpinan kampus menegaskan bahwa isu lingkungan dan kebencanaan bukan sekadar urusan komunitas pencinta alam, melainkan tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika.

Di penghujung acara, semangat yang tertinggal bukan rasa takut pada cuaca, melainkan kesadaran untuk lebih siap. Bagi Mapala Unamin, membaca tanda-tanda alam adalah bagian dari mencintainya — dan dari Aula Rektorat hari itu, para mahasiswa pulang dengan bekal untuk menjaga tanah Papua Barat Daya tetap lestari bagi masa depan.(RL)

Share this Post