Pemanfaatan AI dan Etika Teknologi Informasi Jadi Bekal Mahasiswa Baru UNAMIN
Sorong, 28 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melanjutkan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 melalui Materi III: Penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan untuk Mahasiswa dan Etika Penggunaan Teknologi Informasi di Lingkungan Perguruan Tinggi. Kegiatan berlangsung di halaman UNAMIN sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa baru menghadapi perkembangan teknologi dan membangun kompetensi yang relevan dengan dunia akademik serta profesional.
Materi disampaikan oleh Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom., M.MT., dosen Informatika UNAMIN, dengan Fadli Hasa, S.Kom., M.Kom. sebagai moderator. Mahasiswa diajak melihat teknologi dan AI bukan hanya sebagai alat, tetapi sebagai sarana mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
Teguh juga membagikan pengalaman dan karya yang dikembangkannya di bidang digital, termasuk melalui akun Instagram @kakadosen dan Jasgo Academy, yang diperkenalkan sebagai platform edutech pertama di Tanah Papua. Pengalaman tersebut menjadi contoh bahwa mahasiswa perlu mulai membangun skill, portofolio, dan keberanian menghasilkan karya sejak di bangku kuliah.
Baca Juga: PKKMB UNAMIN 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Karakter dan Pemahaman Sistem Pendidikan Tinggi
Pesan tersebut diperkuat dengan penekanan bahwa capaian akademik perlu berjalan bersama karakter dan kompetensi. Mahasiswa tidak cukup mengandalkan IPK, tetapi juga perlu memiliki attitude, keterampilan, karakter, dan kompetensi sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Yang kita perlu adalah kalian lihat kita punya attitude, skill, karakter dan kompetensi,” tegas Teguh Hidayat.
Sesi pembekalan kemudian berlangsung interaktif ketika mahasiswa diajak menjawab pertanyaan mengenai alasan Papua Barat Daya membutuhkan generasi muda. Salah satu jawaban datang dari Ilona Ruth H Waren, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mengaitkan kompetensi yang dipelajarinya dengan keinginan memperkenalkan Papua melalui perspektif masyarakat Papua sendiri.

“Selain jadi guru bahasa Inggris, tour guide, saya mau untuk menjelaskan saya punya Papua itu bagaimana karena saya lebih tahu saya punya Papua itu bagaimana,” ujar Ilona.
Pembekalan AI dan etika teknologi informasi tersebut turut memperkuat komitmen UNAMIN terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur). Penguasaan teknologi tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan AI, tetapi juga pada pengembangan keterampilan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa baru diajak memahami bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan karakter dan kemampuan yang terus diasah. PKKMB UNAMIN 2026 pun menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, membangun kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan di era digital.(AAM)