Tim Mahasiswa UNAMIN Wakili Papua Barat Daya di Kompetisi Internasional WSEEC 2026

Sorong, 13 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali menorehkan langkah membanggakan di kancah internasional. Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2024 yang beranggotakan M. Farhan dan Alfitra Arya Maulana tampil sebagai wakil kampus dalam ajang 6th World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Universitas Pancasila. Digelar secara hybrid, babak daring berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 dan babak luring pada 11–14 Agustus 2026 di Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Pada bidang inovasi dan rekayasa, tim UNAMIN membawa karya bernama SentinelX — sebuah helm keselamatan berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan pekerja melalui pemantauan kondisi lingkungan, deteksi potensi bahaya, serta sistem peringatan dan monitoring secara real-time.

Tim yang dibimbing dosen Teknik Industri UNAMIN, Mirga Maulana Rachmadhani, S.T., M.T., menegaskan bahwa partisipasi ini melampaui target penghargaan semata. Bagi keduanya, ajang ini adalah pembuktian bahwa mahasiswa dari Papua Barat Daya mampu bersaing di panggung global.

“Tujuan kami mengikuti kompetisi ini bukan semata-mata untuk memperoleh penghargaan, tetapi untuk menguji sejauh mana inovasi yang kami kembangkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memiliki relevansi terhadap permasalahan nyata di dunia kerja. Secara pribadi, kami juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari Papua Barat, khususnya Universitas Muhammadiyah Sorong, mampu menghasilkan dan membawa inovasi ke tingkat internasional.” — M. Farhan, Mahasiswa Teknik Industri UNAMIN

Lebih dari sekadar karya kompetisi, SentinelX sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inovasi ini menyentuh sejumlah tujuan sekaligus, antara lain SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong lingkungan kerja yang lebih aman, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan teknologi IoT dan AI untuk menjawab tantangan dunia industri.

Meski hasil akhir kompetisi belum diumumkan, keikutsertaan UNAMIN di WSEEC 2026 telah menjadi bukti nyata semangat mahasiswa untuk terus berkarya dan mengharumkan nama kampus serta Papua Barat Daya di tingkat dunia. Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat generasi muda bahwa dari ujung timur Indonesia, karya bermanfaat dapat lahir dan diakui di panggung internasional—sejalan dengan komitmen Universitas Muhammadiyah Sorong untuk terus membuka ruang bagi lahirnya inovasi mahasiswa serta mewujudkan pendidikan yang unggul, humanis, dan mencerahkan.(AAM)

Share this Post