UNAMIN dan Sorong Freedive Kibarkan Tiga Bendera di Dasar Laut Raja Ampat Peringati HUT ke-81 RI
Sorong, 20 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) bersama Komunitas SorongFreedive menggelar aksi pengibaran bendera di dasar laut perairan Pulau Senapan, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, pada Minggu (16/08). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 17 penyelam profesional menyelam hingga kedalaman 8 meter dan bertahan selama 45 menit untuk mengibarkan tiga bendera sekaligus: bendera Merah Putih, bendera komunitas SorongFreedive, dan bendera UNAMIN. Angka 17 dipilih untuk merepresentasikan tanggal kemerdekaan, 17 Agustus 1945. Dari sekitar 40 orang yang terlibat, hanya 17 penyelam profesional yang dilibatkan langsung dalam prosesi di bawah air.
Berbeda dari upacara bendera pada umumnya, pengibaran dilakukan dengan teknik freediving — menyelam tanpa alat bantu pernapasan dan hanya mengandalkan napas alami. Tim UNAMIN dipimpin oleh Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom., M.MT., Kepala Biro Humas dan Protokoler (BHP) Universitas Muhammadiyah Sorong, yang juga merupakan anggota Komunitas SorongFreedive dan menjadi salah satu dari 17 penyelam profesional dalam prosesi tersebut.

“Inisiasi ini kami lakukan untuk mengusung kebaruan sekaligus mengangkat branding Universitas Muhammadiyah Sorong sebagai kampus terbaik di Tanah Papua dan sebagai trendsetter. Kegiatan seperti ini belum pernah dilakukan oleh kampus mana pun,” ujar Teguh.
Baca Juga: UNAMIN Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Rektor UNAMIN Serukan Semangat Mengisi Kemerdekaan
Freediving dikenal sebagai salah satu olahraga paling ekstrem karena dilakukan tanpa tabung pernapasan, sehingga menuntut persiapan fisik, penguasaan teknik equalize, serta kesiapan mental menghadapi tekanan air. Seluruh prosesi berlangsung dalam koridor keselamatan yang ketat, dikawal tim pengaman yang terdiri atas tiga scuba diver dan empat free diver — total tujuh safety diver.

“Freediving adalah salah satu olahraga paling ekstrem karena kami tidak menggunakan tabung pernapasan, hanya mengandalkan napas alami. Karena itu setiap penyelam harus profesional,” tegasnya.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini turut menggemakan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Aksi di perairan Raja Ampat sejalan dengan SDGs poin 14 (Ekosistem Lautan), dengan mendekatkan sivitas akademika pada kekayaan bahari Papua sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian laut. Kolaborasi lintas komunitas yang mempertemukan kampus dan para penyelam profesional mencerminkan SDGs poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sementara pelibatan sivitas UNAMIN dalam kegiatan yang edukatif ini menegaskan komitmen kampus pada SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas).
Kolaborasi mengibarkan bendera di dasar laut bersama Sorong Freedive merupakan tradisi yang pernah dilakukan UNAMIN pada peringatan kemerdekaan beberapa tahun lalu, saat penyelaman dilakukan hingga kedalaman 17 meter. Melalui kegiatan ini, UNAMIN menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan hadir bersama masyarakat Papua Barat Daya.(AAM)